Putrajaya, Gontornews — Pemerintah Malaysia, Jumat (16/7/2021), menepis anggapan kekhawatiran kemanjuran vaksin Covid-19 Sinovac asal Cina. Menteri Koordinator Vaksinasi Nasional Malaysia, Khairy Jamaludin menjelaskan bahwa penghentian pengiriman vaksin Sinovac karena pesanan pengiriman akan selesai pada akhir Juli.
Ia pun menepis semua spekulasi tersebut sembari menjelaskan jika keputusan negara itu tidak ada kaitannya dengan kemanjuran vaksin asal Cina tersebut.
“Kami benar-benar telah selesai menggunakan persediaan vaksin Sinovac. Pharmaniaga telah mengirim seluruh pesanan kami,” kata Khairy sebagaimana dilansir kantor berita Bernama.
“Ini tidak ada hubungannya dengan dugaan kekhawatiran atas kemanjuran vaksin. Saya telah melihat banyak spekulasi mengapa kami harus berhenti menggunakan Sinovac. Itu terjadi karena kami telah menerima seluruh pengiriman,” imbuh Khairy.
Secara total, Malaysia membeli vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebanyak 15 juta dosis. Itu belum termasuk tambahan 3 juta dosis vaksin yang baru-baru ini dipesan oleh pemerintah. Rencananya, seluruh vaksin akan dikirimkan pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.
Khairy menjelaskan bahwa awalnya, pengiriman vaksin Sinovac akan berlangsung hingga November. Namun, pemerintah meminta agar pengiriman dipercepat untuk mempercepat program vaksinasi nasional.
“Setelah bernegosiasi dengan Pharmaniaga, kami memutuskan untuk mempercepat pengiriman vaksin Sinovac. Sekarang, tingkat vaksinasi kami telah meningkat. Program vaksinasi kami merupakan salah satu yang tercepat di dunia,” sambung Khairy.
Ia juga menjelaskan bahwa mulai Agustus dan seterusnya, pemerintah Malaysia akan menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech untuk program vaksinasi nasional. [Mohamad Deny Irawan]


















