Brussel, Gontornews — Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengomentari kejadian terkini di Ukraina dalam konferensi pers. Ia mengatakan bahwa foto-foto dari Bucha, Ukraina, merupakan “kebrutalan luar biasa yang belum pernah terjadi di Eropa dalam beberapa dekade.”
Pernyataan itu muncul sehari sebelum para menteri luar negeri NATO berkumpul di Brussel untuk membahas lebih banyak dukungan keuangan, militer dan kemanusiaan untuk Ukraina
Stoltenberg memperingatkan bahwa temuan di Bucha kemungkinan bukan yang terakhir. Ia menyiratkan bahwa kekejaman seperti itu bisa terjadi di daerah lain yang masih di bawah pendudukan Rusia.
“Jika mereka menarik pasukannya dan pasukan Ukraina mengambil alih, saya khawatir mereka akan melihat lebih banyak kuburan massal, lebih banyak kekejaman, dan lebih banyak lagi contoh kejahatan perang,” tambahnya dikutip dw.com.
Pimpinan NATO itu menolak klaim Rusia bahwa bukti kekejaman telah direkayasa.
“Kekejaman ini telah terjadi dalam periode ketika Rusia menguasai daerah-daerah ini. Jadi mereka bertanggung jawab. Selain itu, kami memiliki informasi dari berbagai sumber,” katanya.
Stoltenberg juga menjawab pertanyaan tentang kemampuan pertahanan aliansi dan bahkan tentang kemungkinan Finlandia dan Swedia bergabung dengan kelompok itu. Stoltenberg mengatakan hal itu merupakan keputusan setiap negara, tetapi jika mereka memilih untuk bergabung, dia mengharapkan negara-negara anggota NATO untuk menyambut mereka.[]


















