Islamabad, Gontornews — Menteri Keuangan Pakistan, Aisha Ghous Pasha, Kamis (29/09/2022), mengatakan bencana banjir menyebabkan 600.000 ibu hamil di wilayahnya tidak mendapatkan pelayanan yang layak dan memiliki tempat melahirkan yang aman. Tidak hanya itu, lebih dari 5 juta anak tidak mendapatkan imunisasi dan mendapatkan asupan gizi yang layak.
Dia pun menyerukan komunitas internasional untuk menyalurkan dana prioritas bagi negara yang terdampak bencana iklim seperti Pakistan.
Berbicara dalam forum parlemen tentang kependudukan ketujuh, pemerintah membicarakan persoalan kependudukan dan pembangunan, komitmen politik lintas partai dan melakukan advokasi stabilitas populasi.
Selain Menteri Keuangan, Direktur dewan populasi Pakistan, Dr Zebra Sathar, menyoroti banjir yang memperburuk kerentanan populasi. Dalam catatannya, ada 19 juta dari 31 orang yang tinggal di daerah terdampak merupakan kelompok miskin yang rentan.
“Lebih dari 22,7 juta rumah katcha di daerah terkena dampak parah adalah milik penduduk terlantar. Selain perempuan dan anak-anak, sekitar satu juta orang berusia di atas 65 tahun tinggal di daerah terdampak banjir parah dan memerlukan perawatan khusus. Orang-orang yang tinggal di zona agroklimat telah kehilangan ternak dan tanaman mereka serta tidak memiliki akses ke layanan kesehatan,” kata Sathar sebagaimana dilansir DAWN.
Pada kesempatan yang sama, Direktur proyek dewan populasi, Samia Ali Shah, menjelaskan tentang kurangnya layanan kesehatan reproduksi nasional. Samia menyerukan penguatan layanan berbasis komunitas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang layak. [Mohamad Deny Irawan]


















