Denpasar, Gontornews — KTT G20 di Bali dibuka pada hari Selasa (15/11), saat perang Rusia melawan Ukraina terus berlanjut.
Dalam pidato pembukaan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta negara-negara anggota untuk mengakhiri konflik.
“Kita tidak mempunyai pilihan lain, diperlukan kolaborasi untuk menyelamatkan dunia,” kata Jokowi dirilis dw.com.
“G20 harus menjadi katalis untuk pemulihan ekonomi inklusif. Kita tidak boleh membagi dunia menjadi beberapa bagian. Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lagi,” paparnya.
Sejumlah pemimpin dunia menghadiri KTT itu. Mereka antara lain Presiden AS Joe Biden, Presiden Cina Xi Jinping, Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hadir dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyampaikan pidato melalui tautan video atas permintaan Jokowi. Zelenskyy meminta para pemimpin G20 untuk menjadi “pencipta perdamaian” dan juga mengakhiri perang “agresif” Rusia.
“Saya yakin sekarang waktunya untuk mengakhiri perang destruktif Rusia,” kata Zelenskyy dalam pidatonya.
“Setiap hari penundaan berarti tambahan kematian untuk orang Ukraina, ancaman baru bagi dunia, dan peningkatan kerugian yang sangat besar bagi semua orang di dunia,” kata pemimpin Ukraina itu memperingatkan.[]


















