Nablus, Gontornews – Arogansi tentara Israel terus ditampakkan, kali ini ditunjukkan di Kota Nablus, Tepi Barat. Hamza Amjad al-Ashqar (17), warga Palestina, ditembak di bagian wajah yang mengakibatkannya meninggal dunia.
Kemeterian Kesehatan Palestina menjelaskan, penembakan terhadap remaja itu terjadi saat tentara Israel melakukan penyerangan di Kota Nablus.
Laman Aljazeera.com merilis, penembakan Hamza Amjad al-Ashqar dilakukan sehari setelah tentara Zionis itu membunuh lima warga Palestina di Jericho sebagai bagian dari serangan mematikan yang intensif di wilayah pendudukan.
Kementerian Kesehatan Palestina mendata bahwa dalam waktu sebulan, tentara Zionis telah membunuh 42 warga sipil Palestina.
Pada akhir Januari saja, tentara Isarel melakukan serangan di Kota Jenin, Tepi Barat, yang menewaskan 10 warga Palestina. lalu pasukan Israel juga menangkap sedikitnya 18 warga Palestina di Kota Burqin, Tepi Barat utara dekat Jenin, kata kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina.
Sementara itu, Israel mengaku bahwa penggerebekan itu merupakan tindakan keamanan yang menargetkan para pejuang. Namun hal itu, dikatakan oleh Organisasi Hak Asasi Manusia sebagai tindakan yang tidak proporsional seperti juga menggunakan buldozer untuk menghancurkan rumah warga Palestina yang terlibat dalam serangan.
Israel telah merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967. Kemudian menganeksasi Yerusalem Timur, sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. Pasukan Israel menarik diri dari Gaza pada tahun 2005 tetapi mempertahankan blokade darat, udara dan laut yang melumpuhkan wilayah yang menjadi rumah bagi dua juta orang Palestina.
Rakyat Palestina khawatir bahwa harapan mereka untuk negara berdaulat di masa depan tidak akan terwujud di tengah perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.
Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah sayap kanan Israel telah berjanji untuk membangun lebih banyak permukiman di tanah Palestina. Pemukiman dianggap ilegal menurut hukum internasional. [Devi]


















