Batang, Gontornews — Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi, Senin (19/06/2023), menegaskan bahwa proses belajar adalah cara seseorang untuk menjadi manusia sesungguhnya. Tanpa belajar, sambung Kiai alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 1996 itu, seorang manusia tidak lebih dari seekor binatang.
“Dengan belajar, sejatinya manusia sedang menjalani proses untuk menjadi manusia yang sesungguhnya. Karena tanpa belajar, manusia ibaratnya seperti binatang. Tidak bisa membedakan baik dan buruk, haram dan halal, haq dan batil, penting dan tidak penting dan lainnya,” ungkap Kiai Anang saat memberikan sambutan pada Apel Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1444-1445/2023-2024 di halaman Gedung Robithoh PM Tazakka, Bandar, Batang.
Selain itu, Kiai Anang juga menasihati bahwa seorang santri harus memiliki empat daya selama menjalani proses pendidikannya. Keempat daya tersebut yaitu daya juang, daya dorong, daya suai dan daya tahan. Tidak hanya itu, santri juga perlu memiliki empat kekuatan, yakni: kekuatan spiritual, kekuatan intelektual, kekuatan mental dan kekuatan fisik.
“Masa muda adalah waktu berharga yang harus dimanfaatkan dengan baik sebelum masa tua tiba,” sambungnya sebagaimana dilansir laman tazakka.or.id.
Untuk tahun ajaran 1444-1445/2023-2024, PM Tazakka menerima total 212 santri baru. Ketua Panitia Ujian Masuk PM Tazakka, Ustadz Kamal Fakhry mengatakan seluruh calon santri mengikuti ujian dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, PM Tazakka menerima 106 santri. Sementara pada gelombang kedua, PM Tazakka menerima 134 santri.
“Dari 134 orang yang ujian di gelombang kedua, hanya 106 santri yang dinyatakan lulus dan diterima untuk belajar di Tazaka. Sisanya dinyatakan lulus namun tidak mendapatkan tempat. Jadi, total ada 212 santri baru. Karena gelombang pertama, kita sudah menerima 106 orang santri,” tutur Kamal.
Berdasarkan data Panitia Penerimaan Santri Baru PM Tazakka, 150 santri merupakan lulusan SD/MI dan 62 santri berlatar belakang pendidikan SMP/MTs. Seluruh santri baru berasal dari 78 Kabupaten/Kota yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat Daya. [Mohamad Deny Irawan]
























