Istanbul, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan menekankan pentingnya peningkatan kerjasama antara Uni Eropa (UE) dengan Turki dalam mengatasi tantangan regional dengan sukses.
Dalam pecakapan telepon, Erdogan menggarisbawahi pentingnya perlakuan yang adil dan dukungan untuk perspektif Turki tentang keanggotaan penuh UE, dan menyoroti potensi untuk membuka cakrawala baru dalam hubungan bilateral.
Sementara itu, sebagaimana dirilis Hurriyetdailynews.com, von der Leyen menyampaikan ucapan selamat kepada Erdogan karena mengamankan satu masa jabatan lagi sebagai presiden.
Dalam tweet setelah percakapan, von der Leyen membagikan poin-poin penting yang dibahas, menyoroti komitmen bersama untuk memperkuat kerjasama antara UE dan Turki.
Kedua pemimpin juga membahas tantangan internasional yang mendesak, dengan fokus khusus pada tindakan agresif Rusia terhadap Ukraina.
Negosiasi formal antara Turki dengan UE dimulai pada tahun 2005. Turki berkeinginan untuk bergabung dengan klub beranggotakan 27 orang itu. Tetapi proses tersebut secara de facto telah ditangguhkan oleh Brussel karena ketidakmampuan Turki untuk memenuhi kriteria keanggotaan yang dipersyaratkan. Turki mengatakan itu merupakan keputusan politik dan meminta UE untuk mengadopsi pendekatan yang lebih memadai dan jujur terhadap Ankara.
Pada tahun 2016, UE mengatakan tidak akan membuka pembicaraan keanggotaan Turki dalam “keadaan yang berlaku saat ini” karena kekhawatiran terhadap tindakan pascakudeta. []





















