10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 21 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Oleh Muhammad Irfanudin Kurniawan*, Dosen Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
31 May 2026
in Kolom
0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Foto: Sindonews.com

Workshop peta jalan pesantren malam itu tiba-tiba menjadi ramai. Satu ruangan tertawa riang ketika seorang peserta menulis di Mentimeter “Organisme Pesantren.” Sontak terdengar celetukan, “Orgasme apa organisasi?” Hadirin tertawa ramai.

Begitupun beberapa kiai yang membaca seri artikel opini kami. Ada yang bertanya “Apa landasan teorinya, dan siapa tokoh di balik istilah ini?”

Pertanyaan itu wajar. Istilah “organisme” memang tidak lazim disematkan pada lembaga pendidikan Islam. Selama ini kita terbiasa menyebut pesantren dengan metafora mesin “mesin cetak ulama”, “pabrik santri”, atau “lembaga pendidikan.” Padahal, secara teori, organisasi bisa dilihat dengan banyak kacamata. Dan di sinilah Gareth Morgan memberi sumbangan besarnya.

Siapa Gareth Morgan?

BACA JUGA

Metode Pendidikan dan Pembinaan Santri Melalui Lisaanul Haal

Dari Santri Menjadi Guru: Transisi Identitas di Era Digital

Tiga Pilar Penting dalam Pengelolaan Pesantren: Mesin, Karoseri, dan Asesoris

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Gareth Morgan lahir di Wales, Britania Raya, pada 1943. Ia meraih gelar doktor di bidang sosiologi organisasi dari Universitas Lancaster, Inggris, dan menghabiskan sebagian besar karier akademiknya di Universitas York, Kanada. Ia bukan sekadar akademisi, melainkan juga konsultan manajemen dan penulis.

Buku monumentalnya, Images of Organization, terbit pertama kali pada 1986. Buku ini segera menjadi salah satu teks paling berpengaruh dalam studi organisasi di seluruh dunia. Dalam buku itu, Morgan mengajukan satu gagasan sederhana namun revolusioner, organisasi bukanlah sesuatu yang objektif, tetap, dan tunggal. Ia bisa dilihat sebagai mesin, organisme, otak, budaya, sistem politik, penjara psikis, perubahan, bahkan alat dominasi.

Metafora-metafora itu merupakan cara pandang atau kacamata. Tergantung kacamata mana yang kita pakai, kita akan melihat masalah yang berbeda, dan menemukan solusi yang berbeda pula.

Metafora Kedua yang Paling Mengena

Dari delapan metafora itu, yang paling mengena bagi kami, dengan latar belakang pendidikan dan pesantren, yaitu metafora kedua, organisasi sebagai organisme. Inilah fondasi bagi tulisan-tulisan kami tentang Organisme Pesantren. Kami tidak mengklaim sebagai penemu. Kami hanya menerjemahkan, mengadaptasi, dan mengaplikasikannya ke dalam konteks pesantren.

Morgan menggambarkan organisasi sebagai makhluk hidup. Ia lahir, tumbuh, beradaptasi, bisa sakit, dan bisa mati. Ia sistem terbuka yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungannya. Agar bertahan, organisasi harus mampu memenuhi “kebutuhan”-nya, seperti makhluk hidup memerlukan nutrisi, dan memiliki variasi internal yang sepadan dengan variasi lingkungannya. Ini yang oleh ahli sibernetika W. Ross Ashby disebut law of requisite variety, yang juga diadopsi Morgan.

Dengan kata lain, jika lingkungan berubah, organisasi harus berubah. Kalau tidak, ia akan punah. Morgan juga membedakan dua tipe ideal organisasi mekanistik yang kaku dan hierarkis, cocok untuk lingkungan stabil, dan organisasi organik yang luwes dan mudah menyesuaikan diri, cocok untuk lingkungan dinamis.

Pesantren, dengan segala dinamikanya, dari tekanan modernitas, kebijakan negara, hingga disrupsi digital, jelas membutuhkan kelenturan organik ini. Namun di saat yang sama, ia tidak boleh kehilangan tulang punggungnya.

Beberapa Catatan untuk Morgan

Sebagai akademisi, kami tidak serta-merta menelan mentah-mentah semua yang dikatakan Morgan. Salah satu kelemahan metafora organisme, yang diakui oleh Morgan sendiri, yaitu kecenderungannya melihat organisasi sebagai satu kesatuan yang harmonis. Padahal, di dalam organisasi selalu ada konflik kepentingan, tarik-menarik antarsubsistem, dan politik internal. Tidak semuanya serasi.

Kelemahan lain yaitu bahwa metafora ini bisa mengabaikan adanya “ideologi kaku” yang membuat organisasi sulit beradaptasi meskipun lingkungan sudah berubah.

Nah, dalam konteks pesantren, ini sangat relevan. Ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, nilai keikhlasan, kesederhanaan, sanad keilmuan, dan penghormatan kepada kiai bukanlah barang yang bisa diganti seenaknya. Ini “DNA” yang membuat pesantren tetap dikenali. Jika adaptasi berarti membongkar semua itu, maka itu bukan lagi evolusi yang sehat, melainkan metamorfosis yang merusak identitas.

Akar Islam dari Organisasi sebagai Tubuh

Menariknya, jauh sebelum Morgan, Islam sudah memperkenalkan gagasan komunitas sebagai organisme hidup. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Perumpamaan kaum Mukminin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim).

Hadis ini merupakan fondasi teologis bahwa umat, dan dalam skala lebih kecil pesantren, merupakan tubuh kolektif yang hidup. Setiap elemen kiai, santri, pengurus, alumni, masyarakat sekitar, merupakan anggota tubuh yang saling terhubung. Jika satu bagian sakit, semuanya merasakan.

Bahkan dalam tradisi maqāṣid al-syarī‘ah, al-Syāṭibī mengajarkan bahwa setiap tindakan harus menjaga lima kebutuhan pokok: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Ini sejajar dengan konsep “kesehatan organisasi” dalam metafora organisme. Pesantren yang sehat yaitu yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya secara seimbang.

Dengan demikian, menerapkan metafora organisme pada pesantren bukanlah sekadar mengekor teori Barat. Ia bagian dari pemulihan cara pandang Islam sendiri, yang selama ini mungkin tertimbun oleh bahasa-bahasa birokrasi dan manajemen modern.

Organisme dalam Realitas Pesantren

Sebenarnya, tanpa menyebut istilah “organisme” sekalipun, para peneliti pesantren Indonesia sudah menggambarkan realitas ini. Zamakhsyari Dhofier dalam Tradisi Pesantren (1982) menyebut lima elemen utama pesantren: kiai, santri, masjid, pondok, dan kitab kuning. Kelima elemen ini bukan sekadar komponen yang bisa dirakit dan dibongkar. Mereka organ yang saling menghidupi. Jika masjid sepi dari pengajian, seluruh tubuh pesantren akan ikut melemah. Jika kiai kehilangan wibawa spiritual, jantung pesantren akan berhenti berdetak.

Metafora organisme tidak menciptakan realitas baru. Ia hanya memberi nama dan kerangka analisis untuk sesuatu yang sudah lama hidup di Nusantara.

Lalu, apa sebenarnya yang kami maksud dengan Organisme Pesantren?

Organisme Pesantren adalah cara pandang yang melihat pesantren sebagai entitas hidup. Ia lahir dari rahim kiai dan masyarakat, tumbuh melalui sanad dan nilai, bernapas dalam ekosistem pendidikan dan dakwah, beradaptasi terhadap perubahan zaman, dan dapat mengalami sakit atau mati jika tidak dirawat. Ia bukan sekadar mesin cetak ulama; ia makhluk pendidikan yang bernyawa.

Morgan memberi kita alatnya. Tapi alat itu baru bermakna ketika digunakan untuk memahami realitas yang kita cintai.

Penutup

Untuk yang bertanya soal landasan teori Organisme Pesantren, sekarang sudah jelas. Ini bukan karangan kosong. Ada tokohnya, ada bukunya, ada kajian akademiknya yang serius. Tetapi Morgan bukan nabi. Teorinya bukan kitab suci. Ia hanyalah alat bantu, seperti pisau bedah. Tergantung di tangan siapa, dan digunakan untuk operasi apa.

Kita berutang budi pada Morgan. Dari dialah kita belajar bahwa organisasi tidak harus dilihat dengan satu mata, dan bahwa metafora bukan sekadar permainan kata. Ia instrumen analisis yang bisa membuka pemikiran kita. Tetapi pada akhirnya, yang paling penting bukanlah Morgan-nya, melainkan pesantrennya. Karena di sanalah organisme itu benar-benar hidup. Wallāhu a‘lam. []

*Penulis buku Organisme Pesantren, Dakwah Model Canvas, The Essence of Islamic Leadership, Menjejaki Alam Filsafat, dan Menalar Manajemen Pendidikan Islam dari Worldview Islam ke Integrasi Ilmu.

Tags: Gareth MorganOrganisme PesantrenPesantren
Share13Tweet8Send
Previous Post

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Next Post

Bupati Kuningan: Kurban Berkah Berdayakan Desa BAZNAS Berdampak Sosial dan Ekonomi

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result