Bogor, Gontornews — Semangat belajar dan budaya ilmiah tampak kuat dalam kegiatan presentasi hasil kunjungan (Scientific Journey) ke SEAMEO BIOTROP yang dilaksanakan oleh siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama Leuwiliang pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang refleksi pembelajaran sekaligus penguatan keterampilan komunikasi ilmiah bagi para siswa setelah mengikuti kunjungan edukatif ke lembaga riset internasional tersebut.
Sebanyak 10 kelompok siswa tampil bergantian mempresentasikan hasil pengamatan, pengalaman, dan temuan mereka selama kunjungan ke SEAMEO BIOTROP. Masing-masing kelompok diberi waktu 15 menit untuk menyampaikan presentasi di hadapan peserta yang terdiri atas siswa, guru, perwakilan yayasan, serta wakil orang tua siswa yang tergabung dalam Forum Orang Tua Siswa (FOSIS).
Dalam presentasinya, para siswa menjelaskan berbagai aspek yang mereka pelajari selama kunjungan, mulai dari budidaya ikan konsumsi, budidaya ikan hias, hidroponik, jamur tiram, peternakan lebah Trigona sp., hingga bioteknologi kultur jaringan. Dengan penuh percaya diri, siswa memaparkan materi menggunakan media presentasi yang telah disiapkan sebelumnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak serius menyimak paparan setiap kelompok, sementara siswa berusaha menampilkan hasil terbaik mereka dalam menyampaikan gagasan secara sistematis dan ilmiah.
Wakil Yayasan yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas kesungguhan siswa dalam mengikuti program Scientific Journey ke BIOTROP. Menurutnya, pengalaman belajar di luar kelas seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir ilmiah, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kesungguhan anak-anak dalam mengikuti kunjungan ilmiah ini dan bagaimana mereka mampu menuangkan pengalaman tersebut ke dalam presentasi yang baik. Ini menunjukkan proses belajar yang tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan pengetahuan,” ungkap Ir H Ahmad Soim, ketua Yayasan Amanah Insantama yang juga Direktur Pelaksana Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang.
Selain memberikan apresiasi, wakil Yayasan juga memberikan penguatan akademik kepada para siswa dengan menjelaskan sistematika penulisan karya ilmiah. Ia menerangkan pentingnya struktur penulisan yang runtut, mulai dari pendahuluan, tujuan, metode, hasil pengamatan, pembahasan, hingga kesimpulan agar laporan ilmiah dapat tersusun secara baik dan mudah dipahami.
Sementara itu, Neng Sri Nurhasanah S.Kep, Ners, wakil FOSIS, turut memberikan apresiasi positif terhadap keberanian dan usaha para siswa dalam menyampaikan hasil pembelajaran mereka di depan forum. Menurutnya, pengalaman berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu terus diasah sejak dini.
Tak hanya memberi dukungan moral, wakil FOSIS itu juga membagikan sejumlah tips presentasi yang baik kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya penguasaan materi, posisi badan terhadap audiens, intonasi suara yang jelas, serta penyampaian yang percaya diri agar pesan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.
“Presentasi yang baik bukan hanya soal isi, tetapi juga cara menyampaikan. Percaya diri, memahami materi, dan berbicara dengan jelas adalah modal penting,” pesan orang tua dari Zulfan Fahri Sondana itu di hadapan para siswa.

Kegiatan presentasi ini menjadi penutup bermakna dari rangkaian Scientific Journey ke Biotrop sekaligus wahana pembelajaran autentik yang mengintegrasikan kemampuan observasi, berpikir ilmiah, kerja sama tim, serta keterampilan komunikasi publik.
Melalui program ini, SMPIT Insantama Leuwiliang berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di lapangan, tetapi juga mampu mengembangkan budaya ilmiah dan keberanian menyampaikan ide secara sistematis di hadapan publik. []






















