pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 15 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Lembaga

Program Dosen Berkarya FISIP Universitas Brawijaya Dorong Penguatan Kolaborasi Blue Economy di Pesisir Singkawang

Edithya Miranti by Edithya Miranti
16 July 2026
in Lembaga
0
Program Dosen Berkarya FISIP Universitas Brawijaya Dorong Penguatan Kolaborasi Blue Economy di Pesisir Singkawang

Singkawang, Gontornews — Pesisir Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memiliki potensi penting bagi penguatan ekonomi masyarakat, terutama melalui aktivitas nelayan, perdagangan ikan, pengolahan hasil laut, pengelolaan sampah laut, dan pelestarian mangrove. Potensi ini mendorong perlunya tata kelola blue economy yang lebih kolaboratif, agar pembangunan pesisir dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan penghidupan masyarakat.

Isu tersebut menjadi fokus penelitian dalam Program Dosen Berkarya yang dilakukan oleh Dr Qurnia Indah Permata Sari SIP MSos dan Taufik Akbar SIP MIP dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, bekerjasama dengan Institut Hijau Indonesia. 

Dalam press release disebutkan bahwa penelitian berjudul “Governance Challenges in Blue Economy Implementation: Evidence from Coastal Singkawang” ini menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi lintas tingkat pemerintahan, lintas sektor, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pesisir Singkawang.

Melalui penelitian ini, tim peneliti melihat bahwa pengembangan blue economy di tingkat lokal tidak hanya berkaitan dengan potensi sumber daya laut, tetapi juga dengan cara berbagai aktor bekerja bersama dalam pelayanan nelayan, pengolahan hasil laut, tata kelola pasar ikan, pengelolaan sampah laut, dan pelestarian mangrove. Dalam konteks ini, isu blue economy perlu dipahami sebagai agenda tata kelola bersama yang menghubungkan ekonomi pesisir, keberlanjutan lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. 

BACA JUGA

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Permendiktisaintek 10/2026 Jadi Momentum INAIS Bogor Gerakkan Budaya Mutu di Seluruh Lini  

Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

Penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Informan penelitian mencakup unsur pemerintah daerah, pemerintah provinsi, organisasi nelayan, nelayan, pedagang ikan, pelaku pengolahan hasil laut, serta pemangku kepentingan terkait di wilayah pesisir Singkawang. Melalui pendekatan ini, penelitian berupaya menangkap pengalaman para aktor yang terlibat langsung dalam pengelolaan pesisir dan perikanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pesisir dan perikanan di Singkawang melibatkan peran yang saling berkaitan antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, organisasi nelayan, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir. Kewenangan pengelolaan wilayah laut berada pada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, sementara pemerintah kota tetap memiliki peran strategis karena menjadi aktor yang paling dekat dengan nelayan dan pelaku ekonomi pesisir.

Kedekatan pemerintah kota dengan masyarakat pesisir terlihat dalam berbagai bentuk pelayanan dan pendampingan. Peran tersebut mencakup pendampingan administratif, fasilitasi rekomendasi BBM, pembinaan kelompok nelayan, dukungan terhadap pengolahan hasil laut, tata kelola pasar ikan, serta penanganan isu lingkungan pesisir. Temuan ini memperlihatkan bahwa blue economy di tingkat lokal merupakan agenda bersama yang menghubungkan ekonomi, lingkungan, dan penghidupan masyarakat pesisir.

Dr Qurnia Indah Permata Sari SIP MSos selaku Ketua Peneliti, menjelaskan bahwa isu pesisir di Singkawang saling berhubungan dan membutuhkan pendekatan kolaboratif.

“Di Singkawang, isu pesisir tidak berdiri sendiri. Ada pelayanan kepada nelayan, pengolahan hasil laut, pasar ikan, sampah laut, mangrove, hingga koordinasi antarlevel pemerintahan. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang sudah berjalan dapat terus diperkuat agar potensi pesisir memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Dr Qurnia.

Senada dengan itu, Selamet Daroini MAP selaku Direktur Institut Hijau Indonesia, menyampaikan bahwa penguatan blue economy di Singkawang perlu dimulai dari langkah-langkah praktis yang dekat dengan masyarakat pesisir. 

“Potensi pesisir Singkawang dapat diperkuat melalui kerja bersama yang sederhana tetapi konsisten, seperti pendampingan nelayan, penguatan produk olahan hasil laut, pengelolaan sampah laut, dan edukasi mangrove. Hal-hal ini penting agar blue economy tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat pesisir,” ujar Selamet Daroini.

Salah satu temuan penting penelitian ini berkaitan dengan kebutuhan pendampingan bagi nelayan kecil. Nelayan tidak hanya menghadapi tantangan cuaca dan hasil tangkapan, tetapi juga kebutuhan administratif seperti pengurusan dokumen, perizinan, sistem administrasi digital, dan rekomendasi BBM. Pelaksanaan kebijakan blue economy di tingkat lokal akan semakin efektif apabila terus memperhatikan kondisi nelayan kecil, karakteristik wilayah pesisir, serta kebutuhan pelaku usaha mikro.

Kebutuhan tersebut berkaitan dengan penguatan nilai tambah hasil laut. Produk olahan seperti ikan asin, cencalok, terasi, belacan, serta produk berbasis ikan atau udang kecil memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi pesisir Singkawang. Potensi ini dapat diperkuat melalui pelatihan, penambahan sarana penyimpanan dingin (cold storage), perbaikan rumah produksi, kemasan, pemasaran, dan pendampingan legalitas produk secara bertahap sesuai skala usaha mikro.

Pendampingan legalitas produk menjadi penting karena pelaku usaha mikro membutuhkan jalur yang dekat dan mudah dipahami. Fasilitasi PIRT, sertifikasi halal, dan penerapan standar produksi dasar melalui dinas terkait dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas serta daya saing produk lokal. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha pesisir dapat meningkatkan nilai tambah produk tanpa harus langsung menghadapi prosedur yang terlalu jauh dari kapasitas usaha mereka. 

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian penting dalam penelitian ini. Sampah plastik di laut berkaitan dengan aktivitas nelayan, kualitas ekosistem, dan keberlanjutan ekonomi pesisir. Program pengelolaan sampah laut dapat terus dikembangkan melalui pendekatan ekonomi sirkular, seperti pemilahan, daur ulang (recycled plastic), penguatan bank sampah, serta pelibatan nelayan dan masyarakat pesisir.

Penguatan lingkungan pesisir juga dapat diarahkan pada pelestarian mangrove. Potensi mangrove di Singkawang Utara dapat menjadi basis pengelolaan pesisir berbasis komunitas karena memiliki fungsi ekologis, sosial, dan edukatif. Mangrove berperan dalam konservasi laut (marine conservation), perlindungan pesisir, mitigasi perubahan iklim (climate change mitigation), habitat biota, dan pembelajaran lingkungan. Pendekatan Other Effective Area-Based Conservation Measures atau OECM dapat menjadi salah satu peluang pengelolaan pesisir berbasis mangrove yang sesuai dengan karakteristik lokal.

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan sejumlah masukan praktis untuk memperkuat berbagai praktik baik yang telah berjalan dalam tata kelola blue economy di Singkawang. Pada tingkat kota, pendampingan nelayan yang selama ini telah dilakukan dapat terus diperluas melalui layanan berkala di wilayah pesisir, seperti klinik administrasi perizinan, bantuan pengisian data digital, pembaruan data nelayan, dan fasilitasi rekomendasi BBM. Koordinasi antara sektor perikanan, lingkungan hidup, perdagangan, kesehatan, dan pengelola pasar juga dapat terus diperkuat agar pelayanan kepada nelayan, pedagang ikan, dan pelaku usaha olahan laut semakin mudah dijangkau.

Dalam pengembangan produk olahan hasil laut, berbagai pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan dapat dilanjutkan dengan penguatan pada aspek kemasan, pemasaran digital, legalitas produk, dan standar produksi dasar. Produk seperti ikan asin, cencalok, terasi, belacan, serta produk berbasis ikan atau udang kecil memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui fasilitasi PIRT, sertifikasi halal, dan pendampingan produksi yang sesuai dengan skala usaha mikro. Dengan cara ini, pelaku usaha pesisir dapat meningkatkan nilai tambah produk secara bertahap dan realistis.

Pada tata kelola pasar ikan, langkah yang sudah berjalan dapat diperkuat melalui pendataan pedagang, perbaikan fasilitas dasar, penyediaan tempat penyimpanan, serta komunikasi yang lebih rutin antara pedagang resmi, pedagang kecil, pengelola pasar, dan dinas terkait. Pendekatan dialogis penting agar penataan pasar tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan penghidupan pelaku ekonomi kecil.

Bagi organisasi nelayan seperti HNSI Singkawang dan kelompok nelayan lain yang ada di Singkawang dapat melanjutkan peran sebagai penghubung antara nelayan dan pemerintah daerah. Organisasi nelayan dapat mendukung sosialisasi aturan, membantu pendampingan dokumen, mencatat kebutuhan nelayan, menyampaikan aspirasi secara terstruktur, serta memperluas edukasi mengenai keselamatan melaut, pengelolaan sampah laut, dan penggunaan teknologi sederhana yang mulai digunakan oleh sebagian nelayan.

Pada aspek lingkungan, program pengelolaan sampah laut dan kegiatan bersih pesisir yang telah berjalan dapat dikembangkan melalui pemilahan sampah dari sumber, pengumpulan sampah plastik dari aktivitas melaut, penguatan bank sampah, serta kerja sama dengan pihak yang dapat mengolah atau memanfaatkan sampah yang terkumpul. Pengelolaan sampah laut akan lebih berdampak apabila masyarakat melihat adanya manfaat lingkungan sekaligus manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

Pada aspek mangrove, potensi yang telah ada di wilayah pesisir Singkawang dapat diperkuat melalui edukasi mangrove, pembibitan, penanaman berbasis komunitas, pemantauan partisipatif, dan wisata pembelajaran lingkungan. Upaya ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sekolah, komunitas lingkungan, dan kelompok pesisir, sekaligus membuka peluang pengelolaan konservasi berbasis komunitas yang sesuai dengan karakteristik lokal.

Pada tingkat provinsi, koordinasi pengelolaan wilayah laut 0–12 mil yang sudah menjadi kewenangan provinsi dapat terus diperkuat melalui dukungan pengawasan sumber daya perikanan, pendampingan program pesisir berbasis kebutuhan daerah, dan komunikasi rutin antara dinas provinsi, UPT, pemerintah kota, dan kelompok masyarakat. Penguatan koordinasi ini penting agar program pengelolaan pesisir dapat lebih mudah menjangkau kebutuhan nelayan, pelaku usaha pesisir, serta komunitas yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan.

Pada tingkat pusat, dukungan kebijakan dapat diarahkan pada penyederhanaan prosedur layanan, penguatan literasi digital bagi nelayan kecil, bantuan sarana produksi dan penyimpanan dingin, serta panduan implementasi blue economy yang semakin responsif terhadap kondisi lokal. Dukungan tersebut penting agar kebijakan nasional dapat diterapkan secara lebih adaptif sesuai dengan kapasitas nelayan kecil, karakteristik wilayah pesisir, dan kebutuhan pelaku usaha mikro.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat tata kelola pesisir yang semakin terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antaraktor, blue economy dapat menjadi jalan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan laut, pesisir, dan mangrove di Kota Singkawang. [Edithya Miranti]

Tags: FISIP Universitas BrawijayaInstitut Hijau IndonesiaMangrovePerubahan Iklim (Climate Change)
Share10Tweet6Send
Previous Post

Talkshow Reuni Akbar Gontor Putri 2026 Ajak Alumni Teguhkan Komitmen Membangun Peradaban

Next Post

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

0
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

0
Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

0
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

0
Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

0
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

15 October 2026
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

15 October 2026
Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

15 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

13 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result