Kuala Lumpur, Gontornews — Mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, Selasa (27/06/2023), memutuskan untuk bertemu dengan pendahulunya, Mahathir Mohamad terkait dengan Proklamasi Orang Melayu (POM). Muhyiddin mengaanggap dokumen yang dikampanyekan oleh Mahathir sebagai dokumen penting dan tertarik untuk merealisasikan tujuan dokumen tersebut.
“Saya sudah membaca 12 poin penting yang tercantum dalam dokumen Proklamasi Orang Melayu,” kata Muhyiddin dalam wawancaranya kepada Free Malaysia Today.
“Bagi saya, itu sesuatu yang kami (Partai Bersatu) perjuangkan. Itu fondasi perjuangan kami,” sambungnya.
Muhyiddin menambahkan, ia siap bekerjasama dengan Mahathir demi melindungi ras, agama dan negara di Malaysia.
“Sepertinya, dia siap menemui saya,” ucap Muhyiddin.
“Saya bilang, kita bisa bertemu. Kalau tidak salah, saaat ini ia sedang berada di luar negeri. Jadi, saya katakan setelah atau sebelum hari raya Idul Adha, kalau ia luang, saya akan menemuinya,” imbuhnya.
Proklamasi Orang Melayu memiliki tujuan untuk menyatukan masyarakat Malaysia yang melintasi perbedaan politik. Dalam dokumen tersebut, Mahathir menjabarkan 12 permasalahan utama yang sedang dihadapi masyarakat Melayu.
Dalam kampanyenya, Mahathir mendorong masyarakat untuk ikut serta menandatangani dokumen tersebut. Sejauh ini, ada beberapa politisi dari Partai Bersatu dan PAS yang menandatangani dokumen tersebut, termasuk Ketua PAS Abdul Hadi Awang.
“Kepada semua orang Melayu, Orang Melayu menghadapi kemungkinan hilang kuasa di negaranya sendiri. Kerajaan yang ada sekarang merupakan kerjaaan yang berasal dari beragam elemen masyarakat meski dipimpin oleh orang Melayu. Kepemimpinan dan anggota Melayu ini tidak memberi tumpuan kepada masalah orang Melayu karena itu akan dipahami sebagai ras. Kepemimpinan oleh orang Melayu yang bersikap multiras tidak akan bisa menyelesaikan masalah orang Melayu.”
“Tiba masanya, kita bersama-sama mencapai satu ketetapan untuk mempertahankan bangsa dan tanah air kita. Mari ikut bersama saya, Tun Mahathir Mohamad!” kata Mahathir dalam kampanye Proklamasi Orang Melayu di laman Facebook. [Mohamad Deny Irawan]




















