Washington, Gontornews — Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas untuk pertama kalinya di Gedung Putih, Rabu (3/5).
Dalam pertemuan itu Trump berjanji untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Israel-Palestina yang macet. Namun ia tidak memberikan rincian bagaimana menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama itu.
Berbicara setelah pertemuan tatap muka pertama mereka di Gedung Putih, Trump berjanji untuk mendukung Abbas “sebagai pemimpin Palestina yang menandatangani kesepakatan damai terakhir yang akan membawa masyarakat dan wilayah pada keselamatan, stabilitas, dan kemakmuran.”
Dia yakin warga Israel dan Palestina sama-sama bersedia membuat kesepakatan.
“Saya selalu mendengar bahwa mungkin kesepakatan terberat adalah kesepakatan antara Israel dan Palestina,” kata Trump seperti dikutip Aljazeera.
“Mari kita lihat apakah kita bisa membuktikannya bahwa hal itu salah,” tambahnya. “Kami akan menyelesaikannya.”
Aljazeera melaporkan dari Gedung Putih, pertemuan tersebut tidak memberikan penjelasan rinci kebijakan AS mengenai konflik Israel-Palestina.
Pada kesempatan itu Abbas mengulangi tuntutan Palestina bagi sebuah negara Palestina merdeka di sepanjang garis perbatasan sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
“Pilihan strategis dan satu-satunya adalah mencapai solusi dua negara, negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya untuk hidup berdampingan dengan damai, aman dan stabil bersama dengan negara Israel di sepanjang perbatasan 1967,” katanya. [Rusdiono Mukri]

















