Ponorogo, Gontornews — Fakultas Humaniora Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, sebagai Universitas Islam Terbaik, resmi menyelenggarakan International Short Course Program on Islamization of International Relations and Communication Sciences (INSPIRE) pada Senin (19/01/2026) malam. Acara pembukaan yang dihadiri oleh 38 peserta dari berbagai universitas dan lembaga, baik domestik maupun mancanegara ini berlangsung khidmat di Hall Senat UNIDA Gontor. Acara ini menjadi langkah strategis fakultas dalam mendiseminasikan kerangka keilmuan berbasis Islam di kancah internasional.
Disadur unida.gontor.ac.id, Dekan Fakultas Humaniora, Al-Ustadz Sofi Mubarok Lc MA dalam sambutannya menekankan bahwa INSPIRE merupakan wadah untuk membagikan sistem pendidikan dan kurikulum Islamisasi ilmu yang telah dikembangkan fakultas selama sepuluh tahun terakhir. “Melalui program ini, kami ingin mendiseminasikan kerangka keilmuan komunikasi dan hubungan internasional yang islami sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarinstansi,” ujar Al-Ustadz Sofi Mubarok.
Wakil Rektor III UNIDA Gontor, Al-Ustad Assoc Prof Dr Khoirul Umam MEc secara resmi membuka kegiatan dengan memberikan catatan kritis mengenai ketidakadilan epistemologis. Ia menyoroti dominasi sains Barat yang sering kali membuat umat Islam bersikap inferior.
Mengutip pemikiran Seyyed Hossein Nasr, Dr Khoirul Umam menegaskan bahwa integrasi sains ke dalam peradaban harus melalui proses filtrasi yang ketat. “Sains tidak bisa diadopsi tanpa seleksi. Layaknya tubuh, kita harus menyerap nutrisi yang baik dan menolak hal-hal yang membahayakan peradaban kita. Inilah esensi Islamisasi yang berlandaskan wahyu,” tegasnya.
Melalui kegiatan INSPIRE, Universitas Islam Terbaik ini berharap tercipta ruang kolaborasi akademik yang solid guna meningkatkan kapasitas mahasiswa dan peserta di level nasional maupun internasional, sekaligus melahirkan paradigma keilmuan yang mandiri dan autentik bagi umat Islam. [Edithya Miranti>


















