Ngawi, Gontornews – Universitas Darussalam Gontor menggelar Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Ngrambe, Ngawi, 8 Februari -5 Maret 2026. Salah satu kegiatan utamanya melaksanakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi baca Al-Qur’an khusus dewasa dan lanjut usia (lansia).
Sekretaris KKNT 2026 UNIDA Gontor Kampus Mantingan, Siti Nur Adila Yuli Saputri, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program sinergi antara kampusnya dengan Kantor Urusan Agama Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Sebagai informasi, KUA Ngrambe menargetkan penurunan angka buta huruf Al-Qur’an untuk kelompok lansia dan dewasa di Desa Ngrambe.
“Berdasarkan pemetaan awal bersama penyuluh agama, masih terdapat sejumlah warga lansia yang belum mampu membaca huruf hijaiyah dengan benar dan belum memahami kaidah dasar tajwid,” tutur Siti Nur Adila Yuli Saputri, Sekretaris KKNT 2026 UNIDA Gontor Kampus Mantingan, kepada gontornews.com.
Ustadzah Adila, sapaan akrabnya, menjelaskan rentetan tahapan kegiatan yang mereka beri nama GEBRAKAN atau Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an. Langkah pertama melakukan sosialisasi dan pendataan peserta; kedua, melakukan pelatihan terstruktur dengan metode tarsanah; melakukan pendampingan (mentoring); dan diakhiri dengan tahapan pemantauan (monitoring).
“Metode Tarsanah yang kami lakukan merujuk pada metode pembelajaran baca Al-Qur’an yang menekankan pada pendekatan bertahap (tadarruj), pengulangan intensif dan pendampingan personal,” ungkap mahasiswi Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Semester 6 UNIDA Gontor itu.
Sementara itu, Kepala KUA Ngrambe, Agus Haryanto S.Sos.I, MH, mengatakan program GEBRAKAN merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas keagamaan masyarakat desa.
“Program ini kami rancang sebagai gerakan berkelanjutan, bukan kegiatan insidental. Dengan dukungan mahasiswa KKNT 38, target pengurangan buta aksara Al-Qur’an pada lansia di Desa Ngrambe dapat tercapai secara signifikan,” ujar Agus Haryanto.
Kolaborasi UNIDA Gontor dan KUA Ngrambe ini diharapkan menjadi model sinergitas antara perguruan tinggi dengan pemerintah dalam membangun literasi keagamaan masyarakat. “Kami berharap, penggunaan metode tarsanah yang diikuti dengan pendampingan berkelanjutan dapat membantu para lansia terbebas dari buta aksara serta meningkatkan pemahaman mereka tentang Al-Qur’an lalu mengamalkannya,” kata Ustadzah Adila.
“Karena itu pula, program ini terselenggara bukan hanya untuk memenuhi agenda pengabdian mahasiswa, melainkan juga menjadi bagian dari strategi pembangunan spiritual masyarakat Desa Ngrambe secara sistematis dan berkelanjutan,” pungkas guru di PMDG Putri Kampus 2 Mantingan Ngawi itu. [Mohamad Deny Irawan]


















