Karachi, Gontornews — Sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka, termasuk personil paramiliter, setelah mendapat serangan dari pasukan Afghanistan saat mereka melakukan sensus penduduk di dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan. Demikian kata pejabat keamanan Pakistan.
Serangan pada hari Jumat (5/5) itu menyebabkan 33 orang terluka. Peristiwa yang terjadi di dekat persimpangan Chaman di Provinsi Balochistan, Pakistan. Itu yang mendorong pasukan keamanan mengevakuasi orang-orang di desa-desa perbatasan.
Chaman, salah satu dari dua penyeberangan perbatasan utama antara Pakistan dan Afghanistan, ditutup setelah insiden penembakan itu. Demikian dikatakan jurubicara militer Pakistan Asif Ghafoor dalam sebuah pernyataan.
“Sejak 30 April, Polisi Perbatasan Afghanistan telah menghalangi petugas sensus di Desa Killi Luqman dan Killi Jahangir di daerah Chaman, di sisi perbatasan Pakistan,” kata pernyataan tersebut sebagaimana dikutip Aljazeera.
Seorang jurubicara kepolisian Kandahar, Afghanistan, Ghurzang Afridi, mengatakan kepada kantor berita DPA bahwa tim sensus Pakistan melanggar perbatasan Afghanistan.
Pakistan saat ini sedang melakukan sensus penduduk tahap kedua dari dari rumah ke rumah, pertama kali dalam 19 tahun, yang melibatkan lebih dari 100 ribu orang dan 200 ribu tentara ikut serta dalam program tersebut.
Pakistan dan Afghanistan memiliki perbatasan sepanjang 2.500 km, yang membentang di daerah pegunungan dan sebagian besar tanpa penjagaan.
Upaya Pakistan baru-baru ini untuk membangun pagar dan pos perbatasan di sepanjang perbatasan untuk membatasi pergerakan pejuang Taliban ke Pakistan telah mendapat perlawanan dari Afghanistan yang mempersengketakan perbatasan itu. [Rusdiono Mukri]

















