Cirebon, Gontornews — Pondok Pesantren Darurrohmah, Weru, Cirebon, Ahad (26/9/2026), menggelar Darurrohmah Art Show (DAS) 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan lima tahun pesantren sekaligus ruang bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan tanggung jawab.
Pengasuh Pesantren Darurrohmah Weru Cirebon, Ustadz Warso Winata, mengatakan, perjalanan lima tahun menjadi momentum bagi pesantren untuk melakukan evaluasi sekaligus mensyukuri berbagai amanah dan capaian yang telah diperoleh.
“Usia lima tahun bukanlah alasan bagi kami untuk berpuas diri, melainkan momentum untuk kembali melakukan muhasabah: sudah sejauh mana kami menjaga amanah ini, sudah seberapa besar manfaat yang dapat kami berikan, dan ke arah mana langkah Darurrohmah akan kami bawa,” ujar Ustadz Warso kepada gontornews.com.
Menurutnya, DAS bukan sekadar pertunjukan seni. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan santri melalui pengalaman langsung di luar ruang kelas.
“Setiap latihan mengajarkan kedisiplinan. Setiap proses mengajarkan kesabaran. Setiap penampilan mengajarkan keberanian. Dan setiap tanggung jawab yang diberikan kepada santri menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar menjadi pribadi yang dapat dipercaya,” katanya.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor itu menambahkan, pendidikan di Darurrohmah diarahkan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tanggung jawab, keberanian, wawasan luas, serta kepedulian terhadap agama, bangsa, dan masyarakat.
Dalam lima tahun perjalanannya, Darurrohmah juga telah mengantarkan sejumlah alumni melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Mesir. Tiga alumni diberangkatkan pada tahun pertama, dua alumni pada tahun kedua, dan dua lainnya pada tahun ketiga.
Memasuki tahun keenam, Warso berharap Darurrohmah terus berkembang dan mampu menjadi tempat santri menemukan potensi, membangun keberanian, serta memperluas cita-cita.
“Menjadi besar tidak selalu dimulai dari tempat yang besar. Cita-cita yang besar justru dapat tumbuh dari hati yang memiliki keberanian untuk bermimpi, berusaha, dan terus belajar,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]






















