Yogyakarta, Gontornews — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Akrim Mariyat, Senin (5/10/2026), berkenan untuk mendoakan sekaligus meresmikan Masjid di lingkungan Pesantren Baitussalam IV Patuk Gunungkidul Yogyakarta. Dalam tausiyahnya, Kiai Hasan menegaskan pentingnya ideologi yang kuat dalam membangun sebuah lembaga pendidikan Islam.
“Pondok berdiri karena kemauan. Kemauan ada karena keterpanggilan. Keterpanggilan dari hati nurani adalah yang terkuat dan itu lahir karena hidayah dari Allah SWT,” ungkap Kiai Hasan memberikan tausiyah saat meresmikan masjid di lingkungan Pondok Pesantren Baitussalam IV Patuk Gunungkidul Yogyakarta.
Selain meresmikan masjid di PP Baitussalam IV Gunungkidul, Pimpinan Gontor juga berkenan untuk berkunjung ke Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Ibnu Sina di Godean, Sleman, Yogyakarta. Dalam prosesnya, kunjungan Pimpinan Gontor ke Kota Pelajar itu juga didampingi oleh sejumlah pengurus Ikatan keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Yogyakarta.
Sebagai informasi, PP Baitussalam IV merupakan cabang terbaru melengkapi jaringan pesantren Baitussalam yang sebelumnya telah berdiri di Prambanan (Pusat), Cangkringan (Sleman), dan Blitar.
Lebih lanjut, Kiai Hasan menegaskan kembali bahwa mengelola pesantren harus berangkat dari komitmen dan panggilan jiwa. Karenanya, memimpin sebuah pesantren tidak melulu soal nasab, kepintaran, jabatan, kekayaan materi yang dimiliki oleh pimpinannya.
Secara khusus, Kiai Hasan mengapresiasi peran KH Abdul Karim dan putranya, KH Abdul Hakim Abdul Karim, dalam menetapkan dasar-dasar rintisan Pesantren Baitussalam hingga memiliki empat cabang pesantren di beberapa lokasi.
“Oleh karena itu, bila latar belakangnya seperti itu, ada santri atau tidak ada santri, pondok tetap berdiri dan berjalan,” tegas Kiai Hasan dalam rilis yang diterima gontornews.com. [Mohamad Deny Irawan]






















