Salatiga, Gontornews–Keberadaan koperasi syariah di lingkungan Muhammadiyah sangat penting, hal ini tidak lepas dari sulitnya akses pembiayaan keuangan di lembaga keuangan. Maka dari itu keberadaan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Beitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) harus dijaga terutama dalam pengelolaannya.
Demikian peryataan Marpuji Ali Bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam acara pelatihan performance change continuous improvement yang diselenggarakan oleh Pusat KSPPS BTM di Salatiga Jawa Tengah, Sabtu (6/5).
Agar BTM bisa amanah dan jujur, lanjut Marpuji meminta, kepada pengurus dan pengelola BTM untuk memegang prinsip kehati hatian. Ia menyakini ketika BTM menjalankan prinsip kehati hatian maka manajemen BTM sebagai lembaga keuangan mikro berbadan hukum koperasi akan lebih baik . “Hal ini akan memudahkan masyarakat untuk mempercayai BTM, “terangnya.
Diakui oleh Bendahara PP Muhammadiyah, kontribusi BTM terhadap Muhammadiyah sangat besar apalagi dalam Anggaran Rumah Tangga (RAT) tertulis 20 persen dari pendapatan Sisa Hasil Usaha diberikan kepada Muhammadiyah. Belum lagi asset berupa gedung yang mereka miliki juga mereka berikan sebagai milik Muhammadiyah. “Jadi mereka benar benar bekerja untuk Muhammadiyah,”ucapnya.
Sementatara Ketua Induk KSPPS BTM, Achmad Suud, menambahkan, perkembagan BTM di Jawa Tengah sangat signifikan, hingga saat ini asset yang dimiliki oleh KSPPS BTM sebesar Rp 5.55 milyar dengan jumlah karyawan 500 orang. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh BTM Jawa Tengah selama program program pemberdayaan ekonomi babi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa berjalan.
“Saya berharap orientasi dari gerakan BTM harus kreatif dalam menjawab kesenjangan ekonomi,” tegasnya. [fathur]

















