Doha, Gontornews — Kementerian Pertahanan Qatar telah mengumumkan kedatangan kelompok pertama tentara Turki di ibukota, Doha, sebagai bagian dari latihan militer bersama.
Pasukan tersebut melakukan latihan pertama mereka di pangkalan militer Tariq bin Ziyad pada hari Ahad (18/6), kata kementerian tersebut.
Latihan yang telah direncanakan, merupakan bagian dari kesepakatan bersama untuk memperkuat kemampuan pertahanan kedua negara, serta meningkatkan upaya untuk memerangi kelompok bersenjata dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Latihan tersebut dilakukan setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir dan sejumlah negara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pekan lalu, dan menuduhnya mendukung “terorisme” dan Iran. Namun Qatar menolak tuduhan tersebut.
Awal bulan ini, parlemen Turki dengan cepat melacak persetujuan sebuah perjanjian dengan Qatar yang mengizinkan tentara untuk dikirim ke sebuah pangkalan militer Turki di negara Teluk. Perjanjian itu ditandatangani pada bulan April 2016.
Turki telah menjadi pendukung utama Qatar sejak sengketa Teluk dimulai pada 5 Juni. Ankara juga telah berusaha menengahi antara kedua belah pihak untuk menemukan solusi krisis Qatar. [Rusdiono Mukri]

















