Percayalah, karbohidrat bukan penyebab obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya. Karbohidrat adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Dewasa ini, masyarakat di Indonesia ditakut-takuti oleh bahaya penyakit Diabetes melitus. Diabetes sendiri oleh masyarakat Indonesia dikenal dengan sebutan ‘penyakit gula’ yang diakibatkan tingginya kandungan gula dalam darah.
Bahkan banyak orang yang menduga, meningkatnya kadar gula dalam darah adalah akibat mengonsumsi makanan yang memiliki kadar karbohidrat tinggi semisal nasi, jagung ataupun singkong. Hal ini sangat ironis, jika melihat ‘menu wajib’ masyarakat Indonesia didominasi dua jenis makanan pokok tersebut.
Laman Live Science memaparkan, karbohidrat merupakan satu dari tiga kelompok makanan yang ‘wajib’ dikonsumsi untuk memperoleh energi selain protein dan lemak.
“Karbohidrat adalah nutrisi makro yang merupakan satu dari tiga cara tubuh memperoleh energi atau kalori,” ungkap ahli diet asal Utah, Amerika Serikat, Paige Smathers sebagaimana dilansir Live Science, Senin (17/7).
Dengan dalih untuk kepentingan diet, bukan berarti seseorang mengurangi kebutuhan kerbohidrat, protein dan lemak secara drastis karena minimnya energi yang diperoleh tubuh dapat menyebabkan pekerjaan harian Anda terganggu.
Tubuh manusia tidak bisa memproduksi energi atau kalori dengan sendirinya. Energi dan kalori pasti berasal dari luar tubuh. Oleh karenanya, kebutuhan karbohidrat dan yang direkomendasikan bagi orang dewasa adalah 135 gram.
Sedangkan National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan karbohidrat sesuai dengan kebutuhannya. Dalam kondisi normal, Anda perlu mengonsumsi 45-60 persen karbohidrat dari total kalori yang dibutuhkan atau antara 202-292 gram karbohidrat per hari. Beda halnya dengan penderita diabetes yang hanya direkomendasikan mengonsumsi karbohidrat tidak lebih dari 200 gram perhari atau wanita hamil yang membutuhkan minimal 175 gram per hari.
Selain sebagai penyedia tenaga, karbohidrat juga memiliki fungsi penting lain yaitu sebagai bahan bakar sistem syaraf pusat, kerja otot, serta mencegah protein berfungsi sebagai sumber energi serta memetabolisme lemak dengan baik.
“Karbohidrat penting untuk fungsi otak,” kata Smathers.
Sebuah studi yang dipublikaskan oleh PNAS mengatakan, karbohidrat mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan. Orang yang mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dengan lebih banyak makanan tinggi protein, lebih siap dalam pengambilan keputusan. Meski demikian, diet makanan seimbang tetap saja dibutuhkan untuk menjaga kesehatan.
Secara teknis, karbohidrat dibagi menjadi dua: kompleks dan sederhana. Karbohidrat sederhana diperoleh dari buah dan susu. Sedangkan gula meja, permen, soda dan sirup juga menjadi bagian dari karbohidrat sederhana. NIH melansir bahwa empat jenis makanan tersebut merupakan kalori kosong yang tidak mengandung vitamin, mineral dan serat dan berpotensi meningkatkan berat badan.
Tidak seperti karbohidrat sederhana, mengonsumsi karbohidrat kompleks lebih dianjurkan. Karbohidrat kompleks biasa dihasilkan dari makanan-makanan mengandung tepung seperti kacang, kacang polong, kacang tanah, kentang, jagung, roti gandum dan sereal.
Smathers merekomendasikan makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks ketimbang karbohidrat sederhana karena memberikan energi yang berkelanjutkan. Dengan mengonsumsi karbohidrat sederhana justru dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
“Sebaiknya, fokus pada memperoleh karbohidrat kompleks dalam makanan Anda seperti yang terkandung dalam biji-bijian dan sayuran,” papar Smathers.
Secara alamiah, Smathers mengatakan bahwa mengonsumsi sayuran berbiji seperti kentang, jagung, kangkung, kacang hijau, seledri, wortel dan brokoli juga mengandung karbohidrat meski jumlahnya tidak banyak, hanya 5 gram per satu ikat sayuran mentah.
Manfaat lain yang diperoleh dari mengonsumsi karbohidrat adalah untuk kesehatan mental, penguat memori atau ingatan, penurun berat badan, sebagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh serta menjaga kesehatan jantung.
Namun, apabila Anda kekurangan asupan karbohidrat maka siap-siap tubuh akan kekurangan energi, menyebabkan pusing, lemah mental maupun fisik. Bahkan dalam suatu kondisi, kekurangan karbohidrat akan menyebabkan tekanan luar biasa bagi ginjal karena menjadikan protein sebagai bahan bakar otot.
Jadi konsumsilah karbohidrat sesuai takaran. Jangan pernah takut untuk mengonsumsi makanan tertentu serta niatkan makan untuk beribadah dan bukan yang lain. Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan. [Mohamad Deny Irawan]
























