Bukan saja dagingnya, kulit dan biji rambutan juga dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis tinggi.
Salah seorang presenter ternama, Rafi Ahmad, takut dengan rambutan. Rafi mengaku geli jika memegang buah itu. Padahal tidak ada yang aneh dengan buah rambutan. Buah berbulu dan berwarna merah jika sudah matang itu menjadi salah satu komoditi buah di garis khatulistiwa. Tak pelak, rambutan menjadi buah tropis yang familiar di Indonesia.
Salah seorang ulama di Bekasi mengatakan, rahasia di balik berbarengannya musim durian dengan musim rambutan adalah karena rambutan dapat menurunkan tekanan darah bagi para penderita hipertensi akibat mengonsumsi durian.
Faktanya, saat ini pemanfaatan buah rambutan tidak saja pada aspek buahnya saja, tapi juga mulai menggunakan biji rambutan sebagai tepung.
Sebagai negara dengan varietas rambutan terbanyak di dunia, Indonesia rupanya berusaha untuk mengembangkan salah satu potensi terbesar buah-buahan tropis tersebut.
Dalam satu buah rambutan mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin A, vitamin C, dan kaya akan mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor, niacin, potassium, zinc dan magnesium. Dengan kandungan tersebut, bisa dikatakan rambutan sebagai buah pengganti makanan pokok. Cocok bagi orang yang sedang menjalani program diet.
Kandungan air tinggi yang terdapat pada rambutan juga memberi kesegaran tersendiri bagi tubuh. Umumnya, panen  rambutan antara bulan November hingga Februari. Persis setelah panen buah mangga yang biasa terjadi pada bulan Desember.
Pemilik nama latin Nephelium laapecium ini juga memiliki segudang manfaat kesehatan. Dengan kandungan kabrohidrat, lemak dan serat, rambutan menjadi sumber energi dan kalori yang dapat memperlancar pekerjaan.
Rambutan juga memiliki kemampuan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Hal ini dikarenakan rambutan memiliki kandungan vitamin C.
Begitu juga dengan kandungan zat besi dalam rambutan dapat menangkal penyakit anemia atau kekurangan darah. Orang yang mengonsumsi rambutan biasanya jarang merasa pusing karena kandungan zat besi terjamin.
Meski demikian, rambutan juga dapat menghindarkan seseorang dari penyakit hipertensi atau tekanan darah yang meninggi. Pun sebagaimana fungsi buah lainnya, rambutan bermanfaat untuk kesehatan lambung dan usus sehingga dapat mencegah diare.
Sebagaimana disampaikan di atas, manfaat lain dari buah rambutan adalah obat kolestorel alamiah. Kandungan kolesterol durian mampu diredam oleh rambutan yang memiliki ukuran lebih kecil karena memiliki zat flavonoid yang dapat menurunkan jumlah kolesterol jahat dalam darah.
Fungsi antiinflamasi dalam rambutan bermanfaat untuk penyembuhan inflamasi atau radang. Radang tenggorokan, radang paru-paru, radang sendi, hingga radang otot.
Selain menyembuhkan beragam penyakit, rambutan juga memberikan tubuh ketahanan ekstra dalam menangkal sejumlah penyakit ‘kelas berat’ semacam kanker, menjaga kesehatan ginjal dan dapat digunakan sebagai menu diet yang efektif.
Ibu hamil perlu mengonsumsi rambutan. Rambutan dapat mengurangi rasa pusing, ingin muntah, sekaligus meredakan gangguan yang biasa terjadi pada ibu hamil. Hal ini karena rambutan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh agar selama hamil, kondisi kesehatan sang ibu tetap terjaga.
Tidak hanya buah, kulit dan biji rambutan juga memiliki manfaat kesehatan terutama yang terkait dengan fungsinya sebagai antioksidan dan antimikroba. Peremajaan kulit yang biasa ditemukan dalam produk-produk kosmetik kini hadir dalam buah rambutan.
Selain itu, kulit rambutan dapat juga diolah menjadi produk pangan ataupun sirup. Kulit rambutan dipercaya memiliki sejumlah senyawa kimia seperti tannin, saponnin dan antosianin yang bermanfaat bagi kesehatan. [Mohamad Deny Irawan]






















