Manila, Gontornews — Seorang pria Indonesia, yang dilaporkan berperan dalam serangan 2016 di Jakarta, telah ditangkap di dekat kota Marawi, Filipina selatan, lokasi pertempuran lima bulan pejuang yang setia kepada ISIS dengan militer Filipina.
Seperti dirilis Aljazeera, polisi menyebutkan, Muhammad Ilham Syaputra ditangkap hari Rabu saat mencoba melarikan diri dari sebuah distrik di Marawi, tempat beberapa pejuang kelompok Maute bersembunyi.
Syaputra dilaporkan berusaha menghindari pihak berwenang dengan berenang menyeberangi Danau Lanao ke sebuah kota yang berdekatan dengan Marawi.
Penampilan “asing”nya menimbulkan kecurigaan di kalangan penduduk yang kemudian melaporkannya ke polisi.
Kepala Polisi Lanao del Sur, John Guyguyon, mengatakan Syaputra kepada penyidik menyebutkan dia berasal dari Sumatera Utara. Dia datang ke Filipina awal November 2016 untuk ikut dalam pengepungan Marawi yang direncanakan.
Saat ditangkap, Syaputra menyimpan pistol kaliber 45, beberapa paspor Indonesia, mata uang dan sejumlah perhiasan.
Selama diinterogasi, Syaputra juga dilaporkan mengaku telah berperan dalam serangan 2016 di kawasan pusat bisnis Jakarta, yang menyebabkan tujuh orang tewas, termasuk penyerang.
Syaputra dilaporkan berada di antara puluhan pejuang asing dari Malaysia dan Indonesia, serta dari negara-negara Arab, yang datang ke Marawi untuk bergabung dalam pertempuran tersebut. [Rusdiono Mukri]

















