Jarablus, Gontornews — Turki mengirim lebih banyak tank ke Suriah utara pada hari Kamis (25/8) dan menuntut pejuang milisi Kurdi mundur dari wilayah itu dalam waktu seminggu ini demi mengamankan wilayah perbatasannya. Upaya ini juga dimaksudkan untuk mengusir ISIS dari wilayah yang mereka duduki sejak perang Suriah meletus.
Para pejuang Tentara Pembebasan Suriah (FSA), bersama dengan pasukan khusus Turki yang didukung oleh tank-tank serta kekuatan udara Turki dan AS, mengambil alih Kota Jarablus yang dikuasai ISIS, Rabu (24/8). Ini mendorong kelompok ISIS kembali ke benteng terakhir mereka di al-Bab, bagian timur laut Suriah.
Pemberontak Suriah dan pasukan Turki menekan Jarablus terakhir, Kamis (25/8) dalam upaya membersihkan daerah perbatasan itu dari ISIS.
“FSA sekarang menguasai Jarablus dan daerah sekitarnya, dan mereka mengatakan akan mencoba bergerak maju untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai ISIS, terutama al-Bab,” kata Hashem Ahelbarra dari Al Jazeera melaporkan dari Karkamis, perbatasan Jarablus.
Tapi Presiden Turki Tayyip Erdogan dan para pejabat senior pemerintah telah mempertegas sikapnya bahwa tujuan dari “Operasi Efrat Shield” adalah sebagai upaya untuk menghentikan YPG Kurdi dari merebut lebih banyak wilayah di sepanjang perbatasan dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh ISIS.
Turki menuntut agar YPG mundur ke sisi timur Sungai Efrat dalam seminggu ini. Milisi Kurdi telah pindah ke sisi barat Sungai awal bulan ini sebagai bagian dari operasi yang didukung AS, untuk mengambil alih Kota Manbij dari ISIS.
Tapi hanya beberapa jam setelah YPG mengatakan telah menarik diri dari timur Efrat, media pemerintah Turki melaporkan bahwa artileri Turki telah menghabisi pejuang YPG di selatan Jarablus, dan mengklaim mereka telah maju ke arah barat.
Ankara memandang YPG sebagai ancaman karena hubungan dekatnya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah 30 tahun melakukan pemberontakan di Turki.
Turki khawatir dengan makin menguatnya YPG di Suriah utara sejak negeri itu dilanda perang pada tahun 2011. Sikap Turki ini bertentangan dengan Washington, yang melihat YPG sebagai kekuatan darat terkuat dalam perang melawan ISIS. YPG adalah salah satu kelompok pemberontak paling kuat di Suriah dan dianggap sebagai tulang punggung Angkatan Demokratis Suriah (SDF), aliansi dukungan AS yang dibentuk Oktober tahun lalu untuk melawan ISIS.
Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengatakan, prioritas Turki adalah mencegah partai PYD Kurdi –alat politik YPG– menyatukan wilayah Kurdi di timur Jarablus dengan wilayah barat.
“Mimpi terbesar PYD adalah menyatukan wilayah barat dan timur. Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi,” katanya kepada NTV Turki. [Rusdiono Mukri]



















