Beirut, Gontornews — Israel telah mengeluarkan peringatan tentang kehadiran pasukan Iran di Suriah.
Ia khawatir Iran bisa menggunakan wilayah Suriah untuk melakukan serangan atau mengirim senjata ke kelompok Lebanon, Hizbullah.
Negeri Zionis itu telah menyerang konvoi senjata yang ditujukan untuk Hizbullah, yang berperang bersama pasukan Suriah, hampir 100 kali sejak 2012.
Militer Suriah dan sekutunya membantah bahwa pesawat tak berawak itu melanggar wilayah udara Israel, kantor berita Suriah SANA melaporkan.
Pasukan gabungan Suriah, Iran, Rusia dan Hizbullah, mengatakan bahwa pesawat tersebut sedang dalam misi mengumpulkan data intelijen pada pejuang ISIS.
Pernyataan tersebut juga memperingatkan Israel bahwa negeri itu akan menerima risiko “dengan serius dan penuh penghinaan”.
Aljazeera yang melaporkan dari Beirut di Lebanon mengatakan, konfrontasi Sabtu itu menunjukkan Suriah dan sekutunya tidak lagi mau mentolerir serangan Israel di dalam negeri.
“Israel telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran dan sekutu-sekutunya untuk memperkuat diri mereka secara militer di Suriah,” kata Zena Khodr dari Aljazeera.
Sementara itu, Hizbullah, sebuah kelompok Syiah yang mempunyai wakil di parlemen Lebanon dan memiliki sayap bersenjata yang kuat, memuji respons Suriah atas serangan Israel terhadap pangkalan-pangkalan Iran dan Suriah di Suriah.
Lebanon memprotes penggunaan wilayah udaranya oleh Israel untuk menyerang Suriah, dengan mengatakan pihaknya akan mengajukan keberatan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kementerian luar negerinya juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung hak Suriah yang sah untuk menanggapi “kebijakan agresif” Israel, yang mengancam stabilitas di wilayah tersebut. [Rusdiono Mukri]




















