Bani Walid, Gontornews — Sedikitnya 23 orang tewas ketika sebuah truk yang membawa ratusan pengungsi dan migran terbalik di barat laut Libya.
Warga Somalia dan Eritrea dilaporkan berada di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada hari Rabu, yang terjadi sekitar 60km selatan kota Bani Walid.
Kecelakaan tersebut juga menewaskan sedikitnya 124 orang, 35 di antaranya harus segera dibawa ke rumah sakit di ibukota Libya, Tripoli, menurut Observer Libya.
Bani Walid terletak 180 km tenggara Tripoli. Truk tersebut membawa sekitar 300 orang, menurut laporan lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, Libya telah menjadi titik transit utama bagi pengungsi dan migran yang melakukan perjalanan berbahaya untuk mencapai Eropa melalui Laut Mediterania.
Menurut Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), sekitar 90 persen mereka yang menyeberangi Laut Tengah menuju Eropa berangkat dari Libya.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan, sekitar satu juta orang yang melarikan diri dari rumah mereka saat ini tinggal di Libya.
Tahun lalu, hampir 120.000 orang tiba di negara-negara Uni Eropa, setelah melakukan perjalanan melalui Laut Tengah dari Afrika Utara, menurut IOM.
Lebih dari 20.000 orang diperkirakan telah meninggal saat mencoba menyeberang ke Italia dalam empat tahun terakhir. Ini menjadikan perbatasan Mediterania Eropa paling mematikan di dunia.
Sekitar 90 pengungsi tenggelam setelah kapal karam di lepas pantai barat Libya pada 2 Februari, dua minggu setelah penjaga pantai Italia menyelamatkan sekitar 1.400 pengungsi dari kapal-kapal yang penuh sesak di Laut Tengah. [Rusdiono Mukri]




















