pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 4 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Teknologi

AI Berpotensi Menghancurkan Peradaban

Dedi Junaedi, Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
22 February 2018
in Teknologi
0
AI Berpotensi Menghancurkan Peradaban

BACA JUGA

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

CSED-INDEF dan Mitra Akademik Dorong Transformasi Ekosistem Qurban Nasional

Mobil Jimny 5 Pintu, Klasik Sentuhan Modern. Cocok Buat Keluarga

Milad ke-41, Pondok Pesantren Assalaam Sukoharjo Luncurkan Smart Electric Car

ITS Luncurkan Struktur Rumah Tahan Gempa dari Limbah Debu

Dunia perlu waspada menggunakan artificial intelligence (AI). Fisikawan Stephen Hawking telah memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi menghancurkan peradaban. Bahkan, bisa menjadi sumber bencana terburuk bagi kemanusiaan.
Berbicara dalam sebuah konferensi teknologi di Lisbon, Portugal, 17 Novemver 2017, Hawking mengatakan bahwa umat manusia harus menemukan cara untuk mengendalikan komputer, terutama yang berbasis IT. “Komputer bisa, secara teori, meniru kecerdasan manusia, dan melampaui itu,” katanya.
“Keberhasilan dalam menciptakan AI yang efektif, bisa menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah peradaban kita. Lombatan kemajuan mungkin akan tercapai. Tetapi, yang sebaliknya juga bisa terjadi. Kita tidak dapat memastikan apakah AI akan membantu manusia menyelesaikan persoalannya secara tak terbatas, atau manusia justru dapat terabaikan, tersaingi, atau malah dihancurkan olehnya. ”
Hawking mengatakan, sementara AI memiliki potensi untuk mentransformasi masyarakat menuju hal-hal positif. Seperti bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas, memberi nilai tambah, dan mengatasi masalah penyakit. Pada saat yang sama, juga ada risiko besar. ‘’Masyarakat harus siap menghadapi kemungkinan terburuk,’’ tegasnya.
“AI bisa menjadi peristiwa terburuk dalam sejarah peradaban kita. Ini berpotensi membawa bahaya, seperti senjata cerdas otonom nan berbahaya, atau menjadi sarana baru bagi sedikit orang untuk menindas banyak orang. Bila dibiarkan, jelas, ini bisa membawa gangguan besar pada ekonomi kita, “katanya.
Ini bukan pertama kalinya Hawking memperingatkan tentang bahaya AI. Dalam sebuah wawancara dengan Wired, fisikawan Universitas Cambridge mengatakan, suatu hari nanti AI bisa mencapai tingkat kritis, di mana ia dapat mengungguli manusia dan menjadi “bentuk kehidupan baru”.
“Saya khawatir AI bisa menggantikan manusia,” ungkapnya kepada majalah tersebut. “Jika orang merancang virus komputer, seseorang akan merancang AI untuk memperbaiki dan mereplikasi dirinya sendiri. Ini akan menjadi bentuk kehidupan baru yang mungkin lebih baik dari kemampuan manusia.”
Dia mengingatkan, AI dapat mengambil alih kendali dunia, entah dengan menghancurkan atau memperbudak manusia. Hawking, selama beberapa tahun terakhir, juga menjadi semakin vokal menyuarakan pentingnya mencari bumi alternative yang luas dan lebih nyaman.
“Planet ini suatu saat akan menjadi tempat yang sesak dan panas. Kita akan kehabisan ruang. Sudah waktunya, kita menatap dunia lain. Inilah saatnya untuk mengeksplorasi sistem tata surya lainnya. Menyebarkan mungkin satu-satunya hal yang menyelamatkan kita dari diri kita sendiri. Saya yakin, manusia kelak harus meninggalkan bumi.”
Kegelisahan terhadap AI juga disampaikan Elon Musk. Penggunaan AI pada senjata dan mesin perang, misalnya, dapat menimbulkan malapetaka besar. Contoh, seandainya benar, Korea Utara berhasil mengembangkan rudal-rudal nuklir dengan AI sebagai pengendalinya. Sulit dibayangkan, bila perang nuklir terjadi antara AS dan Korea Utara. Yang hancur tak hanya dua negara bersengketa, tetapi juga negara-negara lainnya di kawasan regional maupun lingkungan global.
Mengapa miliarder seperti Elon Musk membuat pernyataan menakutkan tentang kemunculan AI? Penulis fiksi ilmiah Ted Chiang menduga sebagai hasil refleksi atas keterlibatan Musk dalam pengembangan industry berbasis AI. Alih-alih melayani dan mensejahterakan umat manusia, AI malah telah menjajah kita melalui aneka perusahaan derivatifnya.
Elon Musk termasuk barisan ilmuwan yang gigih mengembangkan kecerdasan buatan sebagai teknologi antarmuka saraf buatan, chip implant, untuk menghubungkan otak manusia dengan jaringan superkomputer. Maret lalu, Elon Musk mengumumkan pembuatan Neuralink, sebuah startup koneksivitas untuk menghubungkan otak manusia dengan komputer. Sementara Bryan Johnson (IBM) mengembangkan DeepMind.
Chiang mengutip ungkapan Jameson: “Lebih mudah membayangkan akhir dunia daripada membayangkan akhir kapitalisme.” Dia menilai Musk punya imajinasi liar. Alih-alih mempercayai reformasi politik ekonomi yang lamban bergulir, dia lebih tertarik menyelesaikan masalah dengan mesin-mesin cerdas di masa depan.
Etos budaya startup bisa menjadi cetak biru peradaban AI. Kecerdasan buatan memungkinkan industri bergerak cepat dengan infrastruktur yang stabil. Meski begitu, untuk meminimalisir dampak negatifnya, pengamat industri memandang perlu adanya etika penerapan AI. Perlu ada pengawasan sehingga AI tumbuh ramah terhadap manusia dan lingkungannya.
Sejauh ini, perkembangan kemajuan inovasi berbasis AI memang luar biasa. Perannya cukup impresif memperkaya aneka game dan robot mainan. Ajang Future of Go Summit di China, Mei 2017, menjadi saksi maraknya aplikasi AI dalam pengembangan produk seperti AlphaGo, DeepMind, dan AlphaGo Zero. Begitu juga dalam permainan poker Texas Hold’em dan Pac-Man.
Robot Lebih Menakutkan
Pada 2017, Boston Dynamics telah mengembangkan robot humanoid ATLAS sebagai tentara super cyborg yang bisa salto depan-belakang. Demikian robot terbarunya, Handle, mampu bergerak dan melompat seperti keledai roda dua. Sementara itu, robot-robot Spot Mini, berkat AI terbaru, tampil lebih dingin, lebih ramping dan lebih mengerikan. Robot-robot canggih nan gesit lainnya pun terus bermunculan.
Robot-robot humanoid, misalnya, mulai mampu mengajarkan keterampilan baru kepada robot lainnya. Robot senjata cerdas berlapis baja dengan kendali otonom dikhawatirkan menimbulkan malapetaka yang sulit dikendalikan manusia. Tim panel ahli PBB bidang robot dan drone, merekomendasikan larangan penggunaan AI dalam alat dan mesin persenjataan modern.
Beberapa kalangan juga khawatir AI digunakan para biohacker untuk memodifikasi subtansi genetika secara mandiri. Secara normal, perlu waktu 10-15 tahun untuk mengubah konsep obat biogenetika menjadi resep dokter. Tidak sabar dengan lambannya aplikasi konvensi kesehatan, kalangan biohacker mengambil jalan pintas mengedit materi genetik, dengan mengelola teknik perawatan eksperimental sendiri.
Oktober lalu, Tristan Roberts, programmer computer berusia 27 tahun, telah memamerkan aksi yang disebutnya sebagai pengobatan HIV DIY di Facebook Live. “Anda tidak bisa menghentikannya. Anda tidak bisa mengatur hal-hal seperti ini,” ungkapnya sembari menyiapkan suntikan cairan DNA racikannya. Biohacker Josiah Zayner melakukan hal serupa, menyuntik dirinya dengan gen modifikasi CRISPR untuk menumbuhkan otot pada konferensi bioteknologi di San Francisco.
Meski FDA mewanti-wanti ihwal terapi gen, faktanya banyak peneliti independen aktif menjajakan jasanya di dunia maya. Para biohacker bereksperimen mengedit gen-gen DIY sebagai solusi terapi gen untuk beragam penyakit. Agustus lalu, FDA menyoroti beredarnya Kymriah sebagai solusi pengobatan leukemia pada anak-anak dan orang dewasa. Aplikasi lain untuk beragam kanker juga ditawarkan.
Dengan AI, tim periset RS Anak Philadelphia konon berhasil membuat rahim buatan. Tahap awal, mereka menumbuhkan seekor anak domba. Ada enam janin prematur ditempatkan dalam wadah plastik berisi ‘ketuban’. Anak-anak domba bisa tumbuh normal dalam lingkungan terkontrol dan steril. Pertumbuhannya sampai masa setara fase gestasi 23-24 minggu pada manusia. Terobosan ini diharapkan menjadi solusi masalah bayi prematur manusia. Penggunaan AI dalam aplikasi kedokteran membuka pintu revolusi bioteknologi. Masalahnya, bagaimana jika dipakai untuk tujuan negatif?
Isu lain yang tak kalah serius adalah potensi AI untuk membuat berita fiksi dan hoaks. Perusahaan starup Lyrebird, misalnya, telah mengembangkan algoritma imitasi suara yang bisa meniru suara seseorang. Diberitakan, ilmuwan komputer University of Washington juga mengembangkan sistem mesin pembelajar untuk gerakan wajah dan bibir orang tertentu. Dalam beberapa contoh, mereka berhasil membuat tiruan suara Presiden Barack Obama.
Sementara itu, peneliti Nvidia mengembangkan algoritma pembelajaran mesin yang dapat mengubah video berlatar pedesaan yang dingin menjadi setting perkotaan dan musim panas. Bila diteruskan, programmer nakal dapat saja menciptakan konten pornografi palsu, menggunakan wajah selebriti semisal Scarlett Johansson, dan Taylor Swift. Lantas, bagaimana jadinya bila aplikasi ini dipakai untuk modus penipuan dan pemerasan?
Dedi Junaedi

Tags: AIKecerdasan BuatanManusia
Share46Tweet29Send
Previous Post

Pendidikan Terbaik Dalam Perspektif Al-Qur’an

Next Post

Mengenal Kecerdasan Buatan

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result