Gaziantep, Gontornews — Pasukan pemerintah Suriah telah melancarkan serangan darat dan udara di Ghouta Timur. Serangan baru ini terjadi hanya beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB memilih dengan suara bulat untuk resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah.
Pasukan Bashar al-Assad mulai memerangi kelompok oposisi dari berbagai medan di daerah kantong pemberontak di dekat Damaskus pada hari Ahad pagi. Sementara pesawat tempur Suriah terus mengepung daerah yang terkepung itu untuk hari kedelapan berturut-turut.
Hay’et Tahrir al-Sham, sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra, adalah satu dari sekian banyak kelompok oposisi yang menguasai beberapa daerah di kantong itu.
Osama Bin Javaid dari Aljazeera mengatakan, kelompok terbesar Al Qaeda, yang terkait dengan Suriah, menyebutkan telah menangkap dan membunuh “sejumlah tentara” saat mereka berusaha masuk ke dalam kota.
Bin Javaid yang melaporkan dari Gaziantep, Turki, menyebutkan ada banyak upaya pemerintah untuk “menyerbu” daerah tersebut dari beberapa sisi.
Para pejuang yang menguasai daerah itu berjuang untuk mempertahankan posisi mereka di berbagai wilayah.
Mereka mengatakan, akan mematuhi gencatan senjata PBB, namun akan membalas setiap agresi karena mereka berhak membela diri.
Seperti diketahui, tujuan gencatan senjata adalah untuk mengevakuasi warga Ghouta timur, di pinggiran Kota Damaskus, yang terkepung, dan untuk memungkinkan aliran bantuan pangan dan obat-obatan.
Pekan lalu, serangan udara mematikan dan tembakan artileri yang dilancarkan oleh pasukan Suriah yang didukung Rusia memperburuk krisis kemanusiaan yang mengerikan di daerah yang terkepung itu, yang menampung sekitar 400.000 orang. [Rusdiono Mukri]


















