Tel Aviv, Gontornews — Israel mengaku bertanggung jawab atas pemboman nuklir Suriah tahun 2007 lalu. Belum diketahui alasan apa yang membuat Israel mengonfirmasi pemboman setelah sebelas tahun bungkam.
Kepala Staf Militer Israel Gadi Eizenkot mengatakan total ada delapan jet tempur F-16 dan F-15 telah mengebom satu fasilitas nuklir Suriah di Deir Ezzor, sekitar 450 km utara Damaskus. Operasi berlangsung selama empat jam, pada 5-6 September 2007.
Eizenkot mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan pesan bahwa Negara Israel tidak akan mengizinkan apapun yang dapat mengancam eksistensi Israel.
“Ini adalah pesan kami di tahun 2007, ini tetap menjadi pesan kami hari ini dan akan terus menjadi pesan kami di masa depan yang dekat dan jauh,” tambahnya.
Harian Israel Haaretz mengabarkan operasi yang dijuluki Out Of The Box merupakan predikat terbaik Perdana Menteri Ehud Olmert. Namun dua tahun lalu Olmert dipaksa untuk mengundurkan diri lantaran harus menjalani pemeriksaan atas kejahatan korupsi yang dilakukannya.
Pada tahun 2011, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukia Amano, mengatakan untuk pertama kalinya target yang dihancurkan pesawat tempur Israel adalah lokasi rahasia reaktor nuklir masa depan.
Komentar Amano berbalik dari pernyataan Suriah bahwa mereka tidak memiliki rahasia atom, dan ini adalah pertama kalinya juga pengawas nuklir PBB membicarakan masalah ini dengan serius.
“Fasilitas yang dihancurkan oleh Israel adalah reaktor nuklir yang sedang dibangun,” kata Amano. [Devi Lusianawati]


















