Jakarta, Gontornews – Senin (19/9), BP Batam menandatangani nota kesepahaman dengan PT Enerco RPO Internasional selaku investor dan PT Kabil Citranusa selaku pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil.
Melalui Program KILK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi), BP Batam akan memfasilitasi semua proses perizinan yang dibutuhkan Enerco agar dapat segera melaksanakan konstruksi pembangunan Kilang TDAE (Treated Distillate Aromatic Extract) di Batam, sementara proses pengurusan dokumen tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Pemerintah mendukung sepenuhnya MoU Batam dalam melakukan perubahan penyempurnaan dalam prosedur pemberian izin, maupun menjamin fasilitas dalam infrastruktur,” ujar Darmin Nasution dalam siaran persnya, Senin (19/9).
Jumlah investasi proyek ini mencapai sekitar US$ 98 juta, terdiri dari biaya investasi dan modal kerja yang sepenuhnya didukung oleh investor swasta nasional. Pekerjaan engineering telah dimulai sejak Oktober 2015 sehingga pekerjaan pengadaan barang dan konstruksi diharapkan dapat segera dimulai dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2017.
Kilang TDAE ini akan dibangun di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam, di lahan seluas 2,3 hektar. Lokasi Kilang di Batam ini secara geografis sangat strategis di mana armada tanker akan dipersiapkan langsung dari Batam ke wilayah Indonesia dan negara tujuan ekspor di Singapura, Cina, Korea, Jepang dan India.
Selain itu akan dipersiapkan sistem logistik untuk mendukung kelancaran distribusi produk TDAE dalam rangka memenuhi kebutuhan industri ban dan karet sintetis di dalam maupun di luar negeri.
Pemilihan lokasi di Batam ini juga didorong oleh adanya kebijakan Pemerintah RI tentang sistem bebas perpajakan yang berlaku di Batam, dan adanya kebijakan dari BP Batam dan Pemerintah Daerah setempat yang memberi banyak kemudahan untuk proses perizinan usaha dan pembangunan kilang.
Kilang TDAE ini dirancang dengan kapasitas produksi lebih dari 100 ribu ton TDAE per tahun. Investasi ini menggunakan teknologi berbasis Hak Paten Proses yang dimiliki oleh perusahaan swasta nasional bekerjasama dengan salah satu BUMN terkemuka di Indonesia.
[Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]



















