Colorado, Gontornews – Lapisan es Arktik tahu 2016 capai batas terendah sejak 2007. Menurut BBC, lautan es Arktik pada 10 september 2016 mencapai 4,4 juta km persegi atau mengalahkan penurunan lapisan es yang terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 3,39 juta km persegi.
Es Arktik merupakan lapisan es yang menutupi laut yang tumbuh ketika musim gugur dan musim dingin serta menyusut setiap musim semi dan musim panas. Penurunan lapisan Es Arktik sendiri dianggap sebagai indikator perubahan sistem iklim yang terjadi di bumi.
Laporan mengenai menipisnya lapisan es di Akrtik, pada tahun 2016, dilakukan oleh United States National Snow and Ice Data Center (NSIDC) yang bermarkas Boulder, Colorado, Amerika Serikat dengan menggunakan satelit sebagai alat pengukurnya.
Meski demikian, penipisan lapisan es Arktik cenderung akan terus meningkat seiring dengan perubahan angin yang terjadi di daerah tersebut yang berakibat pada meningkatnya penipisan es ke angka yang lebih tinggi.
Ted Scambos dari NSIDC memprediksikan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, kondisi iklim yang lebih hangat akan terjadi di daerah tersebut.
“Kita akan melihat beberapa kerugian yang sangat dramatis,” ungkap Ted Scambos.
Senada dengan Ted, ilmuwan laut dari NASA Foddard Space Flight Centre,Walt Meier, fenomena semakin tipisnya lapisan es Arktik terjadi akibat lambatnya tekanan atmosfer rendah dan langit mendung pada periode Juni dan Juli.
“Ini cukup luar biasa bahwa lautan es tahun ini menjadi kedua terendah yang pernah terjadi. Lelehan es arktik seharusnya berlangsung pada bulan Juni dan Juli,” kata Walt Meier.
“Juni dan Juli biasanya menjadi bulan kunci dimana es di lautan Akrtik mencair. Karena saat itu, matahari beredar selama 24 jam,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah ilmuwan memprediksi pencairan es Akrtik akan mencapai titik rendahnya pada tahun ini. Kesimpulan tersebut dihasilkan setelah beberapa ilmuwan merekam pergerakan tanah dan permukaan suhu laut global pada tahun 2015 yang terus merosot hingga tahun 2016.
Pendapat berbeda disampaikan oleh salah seorang ilmuwan dari Universitas Reading di Inggris menyebut bahwa penipisan laut Arktik tidak akan mengalahkan fenomena yang terjadi pada 2012 yang lalu. Mereka berargumen bahwa pencairan es akan mengalir pada kolam yang sudah disiapkan dan tidak menunjukkan hal yang buruk pada tahun 2016 ini. [Mohamad Deny Irawan]




















