pesanan-majalah-edisi-khusus
34 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 5 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Fathur Roji by Fathur Roji
21 March 2024
in Sains
0
Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Yogyakarta, Gontornews — Menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H, Kampus UGM hari Sabtu, 9 Maret 2024, mengadakan Grand Opening kajian/diskusi bertema Muslim Development Goals: Mengitegrasikan Iman, Sains, dan Budaya di Wisma KAGAMA UGM, Yogyakarta. Acara ini menghadirkan dua pembicara nasional, Dr Syamsuddin Arif, MA.dan Dr Haidar Bagir.

Seperti dilansir js.ugm.ac.id, Dr Haidar mengatakan, Islamisasi Sains menjadi hal yang ia perhatikan sejak saat  menjadi bagian dari Ramadhan di Masjid Salman ITB. Namun menurutnya, saat itu masih kurang paradigmatik dengan menjadikan buku karya Ismail Al-Faruqi dan buku-buku setema sebagai dasar dengan membenturkan antara ayat dan hadis — sains modern. Pengembangan iman dalam sains dan budaya seharusnya tidak menghadirkan konsep “islamisasi sains”, karena sains selamanya “diberi makan” oleh berbagai peradaban dan kepercayaan/agama termasuk Islam. Konsep yang lebih tepat ialah kontribusi Islam dalam pengembangan sains dan budaya.

Banyak perspektif dari kubu Islam terhadap SDGs yang isinya selalu disangkut pautkan dengan ayat Al-Qur’an. Menurutnya, jika hal tersebut masih berlanjut, maka umat Islam tidak bisa memberikan kontribusi apa pun dan hanya merasa senang seolah-olah SDGs sudah terislamisasi, sumbangan Islam seharusnya lebih paradigmatik dan mengandung filsafat. Jika Muslim berbicara SDGs dalam tujuan kesejahteraan, maka kita harus berbicara bagaimana peran agama dalam mencapai tujuan kesejahteraan dan keadilan ekonomi.

Menurut Haidar, sebagai umat Muslim kita harus mengakui bahwa sains modern telah mencapai banyak hal, fungsi agama bukan menegasikan sains modern, karena sains modern punya kelemahan dan keterbatasan, di situlah peran agama untuk melengkapinya bahkan membantu mengembangkan sains itu sendiri.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Bukti Ilmiah Puasa Menyehatkan Tubuh

Haidar mengatakan, dalam hal budaya, peranan iman sangatlah penting. Dalam kebudayaan tidak ada perpisahan antara subjek dan objek, tidak menyatu tetap bersifat hermenetik dan saling mempengaruhi. Sumbangan Islam terhadapnya seharusnya jauh lebih mudah, ilmu budaya lebih subur terhadap sumbangan Islam dan tasawuf Islam dibanding sains. Salah satu artikel yang pernah dibacanya mengatakan, budaya merupakan tajalli (pembuktian) Allah.

Ibn Arabi menyatakan bahwa budaya-budaya yang ada, dibentuk bukan hanya oleh para nabi tetapi juga orang bijak yang diberi Allah namus atau nawamis (semacam aturan), sosok seperti Ronggo Warsita bisa jadi merupakan orang yang mendapatkan tajalli-Nya Allah. Namun, kita mempunyai syariat dan akhlak Islam yang bisa kita masukkan ke budaya tersebut.

Islam menjadi kontributor pada peradaban modern yang sudah sangat maju, bukan hanya menyangkut pautkan suatu ayat Qur’an dan hadis dengan kejadian tertentu di dalam kehidupan sosial, tetapi juga dengan melakukan pergeseran paradigma dengan memberikan sumbangan yang bersifat teologis.

Haidar menyebutkan di akhir penyampaiannya, seorang Muslim tidaklah tepat jika bersifat eksklusif. Jangan membicarakan Islamisasi jika hanya dimaknai sebagai sesuatu yang buruk jika “sesuatu” itu berbeda dan berfikir untuk “membuang” semuanya. Berikan apresiasi kepada temuan yang telah ada, lalu belajar dan promosikanlah Islam yang sudah kita fahami secara paradigmatik untuk memberikan sumbangsih ke dalam peradaban manusia.

Seperti halnya Haidar, Dr Syamsuddin juga memberikan gagasannya. Menurutnya, antara iman, sains dan budaya, ketiganya harus saling dipadukan, tidak saling menegasikan atau menyingkirkan.

Syamsuddin yang juga Pimred Majalah Gontor ini mengatakan, agar dapat menjadi seorang yang beriman, berilmu dan berbudaya, haruslah mempunyai kejelasan atas ketiga hal tersebut agar tidak keliru dalam membuat kesimpulan serta penalaran pada masing-masing term tersebut. Sains adalah bagian dari ilmu, hal ini berarti bahwa ilmu lebih luas daripada sains.

Pada faktanya, ada kebenaran-kebenaran yang berada diluar jangkauan sains. Sebagai manusia modern, pemikiran manusia telah dikunci pada pemikiran bahwa sains adalah cara mengidentifikasi kebenaran dan diluar sains adalah tidak benar. Seperti Al-quran tidak dikategorikan sebagai saintifik oleh non muslim, padahal sejatinya masih ada kebenaran yang berada diluar jangkauan sains.

Tidak seperti kehidupan orang-orang muslim sejati yang fokus terhadap kondisi religiusitasnya juga memperdulikan ilmu pengetahuan, para ilmuwan barat memisahkan kehidupan agama dengan dunia. Seperti yang dikatakan oleh riset, anak anak di Negara Barat yang memiliki kebiasaan pergi ke gereja saat kecil, pada akhirnya setelah kuliah dan menjadi scientist mereka menjadi seorang yang memisahkan antara agama dan sains atau disebut sebagai sekuler. Hal ini berkembang menjadi keresahan bahwa ketika menjadi scientist seolah-olah harus berpisah dari agama dan menganggap bahwa Ilmu adalah netral.

Syamsuddin mengatakan, bahwa sejatinya yang telah mempelajari tradisi keilmuan Islam, mereka sudah melihat bahwa ada tiga sikap terhadap ilmu pengetahuan. Yang pertama, perspektif konflik, yaitu yang beranggapan islam tidak cocok dengan ilmu pengetahuan. Yang kedua, perspektif perdamaian atau harmoni, yaitu yang beranggapan rasionalis modernis maka perspektif ini mencari kesesuain antara Islam dan sains. Yang ketiga perspektif naturalisasi/integrasi, yaitu orang Islam yang tidak menolak mentah-mentah, tapi juga tidak menerima bulat-bulat, mereka melakukan modifikasi.

Menurutnya, sejatinya kita sebagai Muslim harus mengontribusikan diri kita untuk perkembangan sains dengan bersikap bahwa kita tidak menolak sepenuhnya namun kita juga tidak menerima sepenuhnya dengan segala bentuk pertimbangan. Kita layak untuk mengkritisi sebuah sains dan teknologi agar sesuai dengan Islam itu sendiri.

Di akhir kalimat, Syamsuddin mengatakan, mengintegrasikan Iman, Sains, dan Budaya menjadi sesuatu kekuatan apabila semua aspek tersebut diperkuat secara paradigmatik. Keseimbangan antara dunia dan akhirat tentunya menjadikan seorang Muslim sempurna kehidupannya. Kontribusi Islam terhadap perkembangan sains dan budaya menjadikan syiar Islam lebih terpandang serta berwibawa.[Fathur]

Tags: Islamsains dan budaya
Share23Tweet14Send
Previous Post

Bersama Ramadhan Mubarak Jemput Lailatul Qadar

Next Post

Peserta KKNI UNIDA Sharing Session dengan USIM Malaysia

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

0
Rasa Malu*

Rasa Malu*

0
Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

0
Asah Jiwa Kepemimpinan Santri, Gontor Kampus 12 Riau Buka Agenda Kepramukaan

Asah Jiwa Kepemimpinan Santri, Gontor Kampus 12 Riau Buka Agenda Kepramukaan

0
Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

0
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

5 September 2026
Rasa Malu*

Rasa Malu*

4 September 2026
Gontor Kampus 12 Riau Resmi Buka Pembelajaran Semester Kedua

Gontor Kampus 12 Riau Resmi Buka Pembelajaran Semester Kedua

4 September 2026
Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

4 September 2026
Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

4 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result