Siak, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 menggelar Upacara Pembukaan Latihan Kegiatan Kepramukaan Semester Kedua di kompleks pondok, Desa Lubuk Jering, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (3/9/26).
Kegiatan yang diadakan bertepatan dengan 21 Rabiul Awal 1448 H tersebut, dihadiri oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al-Ustadz H Himmah Azhar Latif SThI, Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), Al-Ustadz Rifqi Inani MPd, serta jajaran guru dan seluruh santri KMI. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta.
Dalam amanatnya, Al-Ustadz H Himmah Azhar Latif menegaskan, “Kepramukaan merupakan salah satu sunnah pondok dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler wajib di PMDG.” Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai aktivitas kepanduan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan kepemimpinan santri.
Ia juga menjelaskan keterkaitan antara nilai-nilai kepanduan dan kehidupan umat Islam. Dalam penyampaiannya, Al-Ustadz H Himmah mengisahkan inspirasi Lord Baden-Powell terhadap keteraturan, ketaatan terhadap komando, dan persaudaraan yang ia saksikan dalam kehidupan jamaah haji. Nilai-nilai tersebut menginspirasi pengembangan gerakan kepanduan yang menekankan kedisiplinan, kebersamaan, dan keteraturan.

“Scout is a jolly game,” tegas Al-Ustadz Himmah dikutip gontor.ac.id. Ungkapan tersebut mengingatkan para santri bahwa kegiatan kepanduan hendaknya dijalani dengan suasana yang menyenangkan, penuh semangat, dan tetap berorientasi pada pendidikan.
Kepramukaan Menjadi Bagian dari Sistem Pendidikan PMDG
Di PMDG Kampus 12, kegiatan kepramukaan menjadi bagian dari sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kepanduan dengan Panca Jiwa Pondok dalam kerangka pendidikan selama 24 jam. Di bawah koordinasi Koordinator Gerakan Pramuka (KGP), santri mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari latihan rutin, pioneering, orientasi medan, hingga perkemahan.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana bagi santri untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, tanggung jawab, dan keikhlasan. Selain itu, keterlibatan santri senior sebagai pembina bagi adik kelas menjadi bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan. Melalui pola tersebut, santri dilatih untuk mengelola kegiatan, mengambil tanggung jawab, serta membangun ukhuwah dalam kehidupan bersama.
Pembukaan latihan kepramukaan semester kedua ini menjadi langkah awal bagi seluruh santri untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kepanduan dalam keseharian. Melalui kegiatan yang terarah dan berkesinambungan, kepramukaan menjadi wahana pembentukan karakter dan kepemimpinan santri PMDG Kampus 12. [Edithya Miranti]























