Islamabad, Gontornews – Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Chairil Anwar, berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Ushuluddin International Islamic University Islamabad Pakistan dengan predikat Mumtaz. Chairil Anwar berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka disertasi doktoral di IIU yang diselenggarakan Rabu (19/8/2026).
Dalam disertasinya yang berbahasa Arab, Chairil mengkaji tentang metode Nabi Muhammad SAW dalam menggunakan sarana dakwah. Dalam kajiannya, Chairil berhasil mencatat beberapa sarana dakwah yang digunakan Rasulullah SAW, baik material maupun non-material, serta relevansi dengan perkembangan sarana komunikasi dan media digital kontemporer.
Hadir sebagai Ketua penguji Prof Dr Hamid bin Mu’awwad Al-Hujaili dan Dr Mir Akbar Shah sebagai promotor. Sementara tim penguji dalam sidang disertasi ini terdiri dari Dr Khalil Ur Rahman selaku penguji internal, serta Dr Fazal ul-Wadud dan Dr Muneer Ahmad selaku penguji eksternal.
Dalam proses penyelesaian, terkhusus pada tahap sidang terbuka, Chairil melewati proses evaluasi akademik dari dua foreign evaluator: Dr Mohammad Hafiz Saleh Al-Sharideh dari An-Najah National University-Palestina dan Dr Mohammad Mustafa Abdel Hafez dari Al-Azhar University-Mesir.
“Dengan demikian, proses akademik disertasi ini melibatkan akademisi dari Pakistan, Palestina, dan Mesir,” katanya kepada gontornews.com.
Dalam temuannya, Chairil mengakui keberhasilan dakwah Rasulullah SAW tidak lepas dari ketepatan memilih dan menggunakan sarana dakwah sesuai dengan kondisi objek dakwah. Prinsip-prinsip tersebut, rupanya, tetap relevan untuk menjadi pedoman dalam pemanfaatan media dan teknologi digital kontemporer.
“Tentu saja harus dengan tetap memperhatikan tujuan, etika, dan nilai-nilai syariat,” ucap alumnus PMDG 2007 tersebut.
Di tengah penyelesaian studi doktoralnya, Chairil juga menjalankan tugas sebagai staf pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad. Studi doktoral tersebut dijalaninya bersamaan dengan tugas kedinasan dan kehidupan bersama keluarga di Pakistan.
Chairil menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses akademik tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan, masyayikh, dan guru-guru Pondok Modern Darussalam Gontor, pimpinan dan dosen IIUI, promotor dan para penguji, keluarga, KBRI Islamabad, serta sahabat dan mahasiswa Indonesia di Pakistan yang telah memberikan doa dan dukungan selama proses studinya.
“Pendidikan Gontor mengajarkan bahwa belajar dan mengabdi merupakan perjalanan yang tidak boleh berhenti. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bagian dari pengabdian kepada agama, bangsa, dan umat,” tutup Chairil. [Mohamad Deny Irawan]





















