Iran, Gontornews — Setidaknya lima orang tewas dalam bentrokan yang terjadi antar kelompok pejuang dan tentara Korps Pengawal Revolusioner Iran (IRGC) di distrik Mirjaveh, Iran tenggara, dekat perbatasan dengan Pakistan, Selasa (17/4).
Dikutip kantor berita IRNA, milik Pemerintah Iran, dua diantara korban tewas adalah personel pasukan keamanan Iran yang diketahui bernama Vahid Hossein dan Abolfazl Gholampour. Mereka tewas setelah terkena alat peledak rakitan.
Dalam bentrokan yang terjadi sekitar 10km barat dari pos perbatasan Taftan dimulai saat para penyerang datang dari sisi perbatasan Pakistan.
Bentrokan kerap terjadi antara Iran dan Pakistan dan dipicu soal keamanan di sepanjang perbatasan sekitar 800 km. Iran menuduh bila tetangga timurnya tersebut tidak berhasil dalam menghadapi kelompok bersenjata seperti Jaish-al-Adl yang kerap melakukan penyerangan terhadap pasukan keamanan Iran di daerah itu.
Sebelumnya, pada hari Senin (16/4) pasukan keamanan Iran telah mengamankan banyak senjata, amunisi dan bahan peledak yang telag diselundupkan ke negara itu melalui perbatasan dengan Pakistan.
Sementara April tahun lalu, sebanyak 10 personel pasukan keamanan Iran tewas dalam serangan oleh Jaish al-Adl di perbatasan dengan Pakistan.
Serangan-serangan itu berpusat di provinsi Sistan-Baluchestan tenggara Iran, yang telah lama menjadi masalah besar akibat kasus penyelundup obat bius dan pejuang separatis.
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif telah mengunjungi ibukota Pakistan, Islamabad. Kunjungannya tersebut membahas soal masalah peningkatan kerja sama dalam keamanan perbatasan yang menjadi agenda utama, seperti yang dijelaskan dalam pernyataan yang dirilis oleh Kantor Luar Negeri Pakistan setelah kunjungan itu. [Devi Lusianawati]
Sumber photo Aljazeera




















