Sarajevo, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Ahad (20/5), mengatakan Organisasi Intelijen Nasional (MİT) telah memperingatkan rencana pembunuhan terhadapnya.
“Alasan saya di sini [sekarang] adalah bahwa saya menerima informasi ini,” kata Erdogan kepada wartawan di Sarajevo, Bosnia.
“Ancaman dan operasi semacam itu tidak akan menghentikan kita untuk melangkah. Kami akan melanjutkan perjalanan kami,” ujarnya seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag pada 19 Mei memperingatkan kemungkinan “ancaman pembunuhan” terhadap Erdogan selama kunjungannya ke Bosnia pada 20 Mei.
“Kami sadar bahwa ada lingkaran yang tidak nyaman dengan pemimpin yang hebat seperti itu. Kami sadar bahwa mereka ingin menyingkirkan presiden kami. Ancaman pembunuhan ini bukanlah hal baru, mereka selalu ada di sana,” tulis Bozdag dalam tweetnya.
“Tapi Recep Tayyip Erdogan bukan orang yang takut akan ancaman pembunuhan, atau yang akan berpaling dari jalan dan tujuannya,” tambahnya.
Sementara itu, berbicara di Sarajevo, Erdogan sekali lagi mengecam Fethullah Gulen, ulama Turki yang bermarkas di AS. Turki menuduh Gulen mendalangi upaya kudeta Juli 2016, yang menyebabkan sedikitnya 250 orang tewas dan banyak lagi yang terluka.
“FETO sedang mencoba untuk bertahan hidup seperti gurita yang lengannya melilit semua departemen pemerintah,” kata Erdogan, mengacu pada Organisasi Teror Fethullahist (FETO), yang Ankara katakan adalah jaringan teror yang dipimpin oleh Gulen dari Pennsylvania. [Rusdiono Mukri]


















