Ankara, Gontornews — Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menyatakan kemenangan dalam pemilihan presiden dan pemilihan umum Turki 2018. Dia mengatakan Aliansi Rakyat juga memenangkan mayoritas suara di parlemen.
Lebih dari 50 dari 56 juta orang yang memenuhi syarat telah menentukan dalam pemilihan hari Ahad, 24 Juni 2018. Hasil pemilu yang dipercepat ini akan mengantar Turki pada sistem pemerintahan presidensial yang kuat, sejalan dengan perubahan konstitusi yang disetujui secara sempit dalam referendum tahun lalu.
Kantor Berita Anadolu tengah malam merilis perhitungan suara (97%), Aliansi Rakyat berhasil meraih 53,59%. Sementara Presiden Erdogan sendiri meraih 52.5%.
“Ini sungguh kemenangan rakyat yang menghendaki adanya reformasi cepat untuk kemajuan dan masa depan Turki,” ungkap Erdogan.
Devlet Bahceli, selaku pemimpin Partai MHP dan sekutu Aliansi Rakyat, memuji kemenangan pemilu sebagai ‘hari bersejarah’. Devlet Bahceli berkata: “Kemenangan Aliansi Rakyat adalah satu ‘kehormatan’ untuk seluruh rakyat Turki.”
Sementara itu, pemimpin oposisi dan kandidat presiden dari Partai Rakyat Republik (CHP), Muharrem Ince, mengatakan dia akan membuat pernyataan setelah Dewan Pemilihan Tertinggi (YSK) mengumumkan hasil akhir.
Melalui Twitter, setelah Erdogan menyatakan kemenangan, Ince mencurigai adanya kecurangan. Dia menuduh ada manipulasi dalam hasil awal, yang dirilis oleh kantor berita negara Anadolu.
Bahceli menegaskan bahwa Aliansi Rakyat (AKP dan MHP) telah memenangkan pemilihan presiden dan pemilu parlemen. Dia berharap ini akan menjadi solusi cepat mengatasi masalah krisis ekonomi yang membingungkan.
“Kemenangan Erdogan dan Aliansi Rakyat akan mempercepat reformasi berjalan,” tegas Wakil Perdana Menteri, Mehmet Simsek. Dia mengatakan kemenangan Erdogan telah menyiapkan panggung untuk mempercepat reformasi kebijakan Turki ke depan.[DJ]


















