Riyadh, Gontornews — Arab Saudi mengatakan telah mencegat dua rudal di ibukota, Riyadh, yang diluncurkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak di negara tetangganya, Yaman.
Seperti dirilis Aljazeera, pemberontak Houthi Yaman telah menembakkan serangkaian rudal ke kerajaan Saudi dalam beberapa bulan terakhir sebagai pembalasan terhadap serangan udara oleh koalisi Saudi-Emirat yang mendukung pasukan pro-pemerintah di Yaman.
Setidaknya enam ledakan keras terdengar pada hari Ahad (24/6) dan kilatan terang terlihat di langit di atas Riyadh, seorang saksi mengatakan kepada kantor berita Reuters.
Pecahan peluru terlihat di jalan di kawasan diplomatik di Riyadh, kawasan yang banyak terdapat gedung kedutaan dan orang asing tinggal.
“Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat dan menghancurkan misil-misil. Beberapa puing-puing rudal yang disergap mendarat di daerah pemukiman, untungnya tanpa menimbulkan korban,” kata juru bicara koalisi Turki al-Maliki dalam sebuah pernyataan.
Media milik Houthi mengatakan, rudal-rudal Burkan ditembakkan ke Kementerian Pertahanan Saudi dan target lainnya.
“Semakin lama agresi dan perang berlanjut, semakin besar kemampuan rudal balistik kami,” kata Al Mayadeen TV mengutip juru bicara Houthi, Mohammed Abdul-Salam.
Serangan itu adalah yang pertama menargetkan Riyadh sejak koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan pekan lalu untuk merebut kota pelabuhan Hudaida.
Riyadh menuduh Houthi menggunakan pelabuhan itu untuk menyelundupkan senjata buatan Iran, termasuk rudal – tuduhan yang dibantah oleh kelompok itu dan Teheran.[Rusdiono Mukri]


















