Ramallah, Gontornews — Perunding senior Palestina, Saeb Erekat, menuduh Amerika Serikat berusaha menggulingkan pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas. Ia mengatakan, Washington telah mendiskualifikasi Abbas dari perannya dalam proses perdamaian Palestina-Israel.
Erekat mengatakan hal itu pada hari Ahad (24/6) setelah Jared Kushner, penasihat senior Presiden AS Donald Trump, dan utusan Gedung Putih Jason Greenblatt mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Israel, Yordania, Qatar, Mesir dan Arab Saudi dalam kunjungannya selama seminggu di Timur Tengah.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan dalam surat kabar berbahasa Arab al-Quds pada hari ahad, Kushner mengatakan pemerintah AS akan segera menyajikan rencana perdamaian Israel-Palestina, dengan atau tanpa masukan dari Abbas. Ia juga mempertanyakan kemampuan presiden Otorita Palestina itu untuk membuat kesepakatan.
“Wawancara Mr Kushner menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Trump telah benar-benar mendikte solusi,” kata Erekat kepada wartawan di Ramallah sebagaimana dikutip Aljazeera.
“Mereka berusaha keras untuk perubahan rezim, karena Palestina di bawah kepemimpinan Presiden Abbas menginginkan perdamaian sejati, abadi, komprehensif, berdasarkan hukum internasional,” tambah Erekat.
Abbas memutus komunikasi dengan pemerintahan Trump setelah AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Desember 2017. [Rusdiono Mukri]


















