Beijing, Gontornews — Ratusan muslim etnis Hui di Cina memprotes kebijakan pemerintah Cina yang memerintahkan jajarannya untuk menghancurkan masjid Weizhou di Cina. Pemerintah khawatir etnis muslim Cina memberontak dengan program cina mainstream sehingga mengetatkan pengawasan beberapa wilayah mayoritas muslim.
Reuters melansir bahwa masjid besar Weizhou belum mendapatkan izin pembangunan. Masjid pemilik kubah bergaya Timur Tengah tersebut kabarkan akan dihancurkan selepas shalat Jum’at (10/8) mendatang. Akibat info yang beredar di media sosial, sejumlah kalangan muslim melakukan penjagaan intensif di sekitar masjid.
“Jika kami menandatangani, maka kami seperti menjual keimanan kami,” ungkap salah seorang jama’ah masjid Weizhou. Jama’ah masjid Wheizou kabarnya dimintai persetujuan melalui penandatanganan yang disodorkan oleh pemerintah Cina.
“Saya tidak akan membicarakan masalah ini,” ungkap Direktur masjid Wheizou, Ding Xuexiao. Sementara itu Imam Masjid Wheizou, Ma Liguo mengatakan pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah.
Selain etnis Hui, pemerintah juga melakukan pengawasan secara ketat terhadap etnis muslim Uighur di Xinjiang. Pemerintah mengerahkan polisi bersenjata untuk melakukan pemeriksaan di pos pendidikan dan ruang publik lainnya. langkah ini, kemudian, mendapatkan kecaman internasional
Kebijakan sinifkasi agama di Beijing telah menteror etnis Hui yang curiga bahwa kelompoknya akan menjadi seperti kelompok muslim yang bermukim di Ninxia atau di Gansu.
Pemerintah Cina melarang pendidikan agama bagi kamu muda di masjid, memerintahkan agar seluruh pengeras suara dimatikan dan berusaha membasmi segala bentuk elemen-elemen arab di Masjid. [Mohamad Deny Irawan]


















