Ankara, Gontornews–Rombongan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melakukan muhibbah ke Turki. Dalam salah satu agendanya itu PP Muhammadiyah berkesempatan untuk bersilaturahim dengan Director of Religious Affairs, setara dengan Kementerian Urusan Agama Turki pada Jumat (19/10).
Terkait kunjungannya itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dengan Turki sudah terjalin sejak lama. Sehingga modal narasi sejarah itu menjadi alasan kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerjasama di bidang-bidang lain.
Selain modal sejarah, kata Haedar, kerjasama yang dilakukan oleh pihaknya juga didukung dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang beragama Islam. “Masyarakat Indonesia akan menyambut senang kerjasama antar dua negara yang memiliki identitas Islam yang kuat seperti Turki,” tutur Haedar seperti dilansir website resmi Muhammmadiyah.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan Haedar bahwa ormas Islam Muhammadiyah memiliki ribuan Amal Usaha yang dikelola secara rapi dengan sistem yang terstruktur dari tingkat Pusat hingga Ranting. Kerapian organisasi inilah yang menjadi kunci Muhammadiyah tetap survive. Dari sejak berdirinya pada tahun 1912 hingga saat ini.
Dalam kesempatan itu Osman Trasci mengungkapkan bahwa Non-Governmental Organization (NGO) Islam seperti Muhammadiyah sangat penting keberadaannya dan kerjasama di bidang kesehatan dengan Muhammadiyah menjadi hal yang sangat penting.
Osman menilai dokter dan perawat Muhammadiyah memiliki banyak pengalaman dalam penanganan masalah kesehatan dalam kasus kemanusiaan, karena itu pihaknya ingin mengajukan kerjasama dalam bidang kesehatan dengan Muhammadiyah untuk melakukan penanganan para pengungsi yang diurusi oleh Turki.
Osman beralasan bahwa bantuan yang diberikan Turki dalam misi keagamaan kepada beberapa negara, termasuk Suriah, masih kekurangan tenaga ahli di bidang kesehatan. Sehingga kerjasama di bidang kesehatan dengan Muhammadiyah menjadi hal yang sangat penting.
Hal tersebut disambut baik oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Selain kerjasama, pihaknya juga menawarkan kepada Osman Trasci untuk berkunjung ke Indonesia.
Selain bersilaturahim dengan Director of Religious Affairs rombongan yang terdiri dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, dan Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Machhendra Setya Atmaja itu juga mengunjungi Diyanet Fondation, salah satu lembaga kemanusiaan di Turki, mengunjungi Turki Scholarship Burslari, dan juga menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki periode 2018-2020. [M Khaerul Muttaqien]


















