Jambi, Gontornews — Cuaca terik panas tidak menghalangi ribuan pramuka santri untuk tetap berdiri di posisinya pada upacara pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V di lapangan Abdurrahman Sayoeti-Musa Sungai Gelam Jambi, Kamis (25/10). Mereka akan mencetak sejarah, memecahkan rekor Muri Seni Krenok dengan pengiring terbanyak, yaitu sebanyak 3.000 peserta. 200 sangga kerja, 375 tapak kemah, 100 panitia penyelenggara, 200 panitia pelaksana, 156 juri dan 13 instruktur. Dilansir dari laman pramuka.or.id.
“Akan ada pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) Bahana Rythme Melayu Krinok atau Jolo atau Doak atau Mantau atau juga disebut Sarulangun dengan Pengiring Terbanyak,” kata Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren, Basnang Said di Venue PPSN V, Jambi, Kamis (25/10).
“Rekor ini berupa penampilan seni vokal musikalitas tradisi melayu pantun sahut-menyahut yang dipadukan dengan musik kelintang kayu pohon Ngkring Beluka yang berisikan mantera dan doa,” sambungnya.
Menurut Basnang, Krinok merupakan salah satu seni vokal tradisi yang dimiliki masyarakat Melayu di Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Muarabungo. Didalamnya terdapat seni pepatah pepitih yang berisi pantun nasihat, agama, kasih sayang dan kepahlawanan yang disampaikan dengan cara bersenandung. “Melalui pemecahan rekor ini, saya berharap Seni Melayu Krinok Jambi semakin dikenal dan terjaga kelestariannya,” ujarnya.
Mengawali pemecahan rekor MURI ini, Menag Lukman Hakim Saifuddin didaulat untuk menjadi pembaca syair bahana kali pertama, disusul Kakwarnas, Plt Gubernur Jambi, Dirjen Pendidikan Islam dan seterusnya.
Sesuai namanya, syair yang dibacakan, ditutup dengan pekikan “Dan Bahanakan Ikrarmu”, lalu diikuti dengan ikrar santri “Berkah Negeriku, Pramuka Santri Cinta Indonesia”.
Berikut ini syair bahana yang diuntaikan Menag Lukman pada pembukaan PPSN V di Jambi :
Assalamu’alaikum adindaku, Pramuka Santri
Selamat berkemah, bertenda di hamparan negeri
Jaga santun kata dan jati diri
Selalu panjatkan puja dan puji Ilahi
Dan bahanakan ikrarmu
“Berkah Negeriku Pramuka Santri Cinta Indonesia”
PPSN juga akan diisi dengan santri peduli lingkungan. Bentuknya, penanaman pohon asli daerah yang dibawa oleh masing-masing peserta. Juga akan ada festival santri, seperti festival drama Islam dan lainnya.
“Akan dilakukan beragam kegiatan ibadah seperti kegiatan harian di pesantren, seperti Qiyamullail, shalat tahajud, jama’ah dan lainnya,” kata Kak Basnang.
“Kita optimis dengan pelaksanaan PPSN tahun ini karena dukungan dan support semua pihak,” pungkasnya. [Al Hafidh]




















