Astana, Gontornews — Setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, Selasa (19/3), parlemen Kazakhstan melantik kepala Parlemen, Kassym-Jomart Tokayev sebagai Presiden pengganti Nursultan Nazarbayev hingga jabatannya usai.
Berkat masa baktinya yang mencapai 30 tahun pula, Parlemen memutuskan untuk mengapresiasi peran Nazarbayev dengan mengganti nama ibu kota Kazakhstan, Astana, dengan nama Nursultan.
“Nama Nazarbayev akan selalu istimewa. Orang dapat mengatakan prioritas, serta langkah pentingya dalam mengembangkan dan membuat keputusan strategis,” kata Tokayev sebagaimana dilansir Reuters.
Di sisi lain, Nazarbayev juga ikut memuji Tokayev yang disebut-sebut cocok untuk menggantikannya sebagai Presiden Kazakhstan.
“Ia adalah seorang pria yang dapat dipercaya untuk memimpin Kazakhstan,” kata Nazarbayev.
Meski memutuskan untuk mundur dari kursi Presiden, Nursultan Nazarbayev dikabarkan tetap berada di kantornya sembari mempromosikan putrinya, Dariga Nazarbayeva sebagai Wakil Perdana Menteri Kazakhstan. Artinya, jika Tokayev meninggalkan jabatannya sebagai Presiden, Dariga akan secara otomatis naik ke kursi Presiden Kazakhstan tahun depan.
Nazarbayev merupakan salah satu orang berpengaruh yang masih memimpin sebuah negara pecahan Uni Soviet untuk waktu yang lama. Andai suksesi dinasti keluarga Nazarbayev terjadi, maka ini akan jadi yang kedua di bekas negara Uni Soviet setelah Azerbaijan dimana Ilham Aliyev mengikuti ayahnya Heydar sebagai penguasa Azerbaijan.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, pun tidak ketinggalan mengapresiasi peran yang dilakukan Nazarbayev dalam menciptakan ikatan kemitraan strategis serta aliansi antara kedua belah negara,” ungkap Vladimir Putin.
“Kontribusi besarnya adalah pada penguatan ikatan kemitraan strategis dan aliansi antara negara-negara,” pungkas Putin mengapresiasi penunjukan Tokayev. [Mohamad Deny Irawan]




















