Medan, Gontornews — Lembaga kajian Islamic Thought and Information for Dakwah (ISTAID Center) Medan menyelenggarakan program Youth Academician Moslem Camp (YAMC) di Gedung ISTAID Center, Medan, 29-31 Mei 2019.
Program yang diselenggarakan bagi para pemudan ini bertujuan untuk mengenalkan tentang konsep-konsep dasar Islam dan tantangan pemikiran serta membangun ghirrah keilmuan dan pengamalan Islam sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh para peserta.
“Program ini dilaksanakan sebagai kegelisahan terhadap penyebaran epistemologi Barat-sekular yang diterima oleh para pemuda,” ungkap Sekretaris ISTAID Center Medan, Ryandi, kepada Gontornews, Rabu, (3/4).
Ryandi menambahkan bahwa kegiatan YAMC telah berlangsung sejak tahun 2017. Program ini juga menundang pendiri ISTAID Center dan sejumlah akademisi dari berbagai latar belakang disiplin keilmuan untuk mengatasi kondisi keilmuan dalam bentuk kegiatan yang terukur.
“Kami berharap program ini dapat menjadi benteng bagi mahasiswa muslim untuk tidak terpengaruh dengan pemikiran Barat-Sekular. Melalui program ini pula, kami ingin para peserta tetap menggunakan Islam sebagai cara pandang hidup (worldview) di masyarakat,” ucap alumnus Institut Studi Islam Darussalam Pondok Modern Darussalam Gontor (ISID-Gontor/sekarang UNIDA Gontor) itu.
Secara teknis, kegiatan dilakukan selama 3 hari 2 malam dengan sistem asrama. Seluruh peserta tidak dikenakan biaya namun terbatas hanya bagi 30 orang peserta saja. Hingga tahun 2019, YAMC telah melahirkan sekitar 100 mahasiswa muslim dari berbagai universitas ternama di Sumatera Utara.
“Inti dari semua kegiatan yang dilaksanakan adalah agar para peserta menyadari fungsinya sebagai khalifah di dunia. Kedepan, ISTAID Center akan mengadakan YAMC lanjutan sebagai bentuk pendalaman materi bagi para alumni,” tutup Ryandi. Mohamad Deny Irawan
























