Jakarta, Gontornews — Rachmawati Soekarnoputri, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, membuka peluang penyebaran komunisme di Indonesia makin subur. Sebab, Megawati menjadi bagian dari pemerintah yang mengajarkan rakyat untuk berbuat tidak adil.
Rachmawati memahami jika Megawati tidak mau kehilangan posisi sebagai penguasa. Tapi Megawati justru mempertahankan kekuasaannya dengan bertindak secara curang.
“Mau tidak kehilangan kekuasaan. Kekuasan betul tapi harus bicara tentang keadilan yang jurdil, tidak berbuat dengan kecurangan. Ini mengajarkan kepada rakyat kita untuk tidak berbuat adil,” kata Rachmawati sebagaimana dikutip suara.com.
Menurutnya, apa yang dilakukan Megawati merangsang rakyat untuk bergerak melawan pemerintah. “Ketidakadilan itu membuka peluang jargon komunisme masuk di negara kita,” tandasnya.
Karenanya ia meminta masyarakat agar tidak membingkai Megawati sebagai sosok pancasilais. Pasalnya, selain keputusannya, Megawati saat menjadi Presiden ke-5 RI menandatangani amandemen ketiga dan keempat UUD 1945 yang dinilainya sebagai bentuk keinginan Megawati menjalankan pemerintahan secara liberal kapitalistik.
Ia juga menilai, Megawati membiarkan kemiskinan dan ketidakadilan mengundang komunisme semakin subur di Indonesia.
“Jangan bicara Megawati tetap pancasila. Ketidakadilan, kemiskinan, pengangguran dan ini buah daripada amandemen menjadi demokrasi kita liberal kapitalistik. Ini nggak sesusai dengan ajarannya Bung Karno, mbok dia sadar gitu… Makanya saya bilang biang kerusuhannya itu Mega dan ini membuka peluang komunisme tumbuh subur,” tandasnya.[RM]


















