Yerusalem, Gontornews — Hari ini, Senin (22/7), Israel mulai membongkar rumha-rumah milik warga Palestina yang berada di sekitar tembok pemisah di Desa Sur Baher, Yerusalem. Pembongkaran dilakukan dengan alasan sebagai salah satu upaya untuk menjaga keamanan.
Rob Matheson dari Al Jazeera, melaporkan, bahwa terlihat Ratusan tentara Israel berada di wilayah pembongkaran dengan beberapa alat berat yang membongkar rumah-rumah warga.
Menurut Matheson, hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi warga Palestina yang berada di Desa Sur Baher. Warga hanya bisa diam ketika atap rumah mereka dihancurkan dengan alat berat yang dilindungi ratusan tentara tersebut.
“Kami mendengar suara alat berat yang sangat keras datang dari sebuah gedung di sebelah tempat kami berada sekarang, dan itu adalah penggali mekanik besar yang digunakan untuk merobek bagian atap bangunan itu. Itu adalah rumah milik dua keluarga,” tkatanya.
Saat liputannya juga, ia mengatakan bajwa ia melihat satu keluarga yang sedang duduk sambil meratapi tempat tinggal mereka hancur oleh alat berat itu.
Sementara itu Matheson juga mmengatakan bahwa di sisi lain dinding pemisah, sebuah derek telah mengeluarkan bongkahan dari sisi bangunan dengan cakar mekanis besar.
“Tepat di belakangku sebuah bangunan yang masih dalam proses pembongkaran masih terus dikerjakan, Kami tahu bahwa mereka (Israel) akan meletakkan beberapa bahan peledak di sana untuk mencoba menjatuhkan bangunan itu” lanjutnya.
Meski mendapatkan kritikan dari dunia internasional, Otoritas Israel tetap melaksanakan pembongkaran rumah-rumah milik Warga Palestina.
Warga di lingkungan desa Wadi al-Hummus mengatakan kepada media setempat sedikitnya 16 bangunan tempat tinggal, yang menampung sekitar 100 apartemen, menjadi sasaran.
bulan lalu, Mahkamah Agung Israel memutuskan untuk mendukung militer dan menetapkan hari ini sebagai batas waktu untuk merobohkan rumah-rumah itu.[Devi Lusianawati]


















