Jakarta, Gontornews— Sidang paripurna MPR di akhir masa jabatan 2014 – 2019 diawali dengan ungkapan duka cita dari Ketua MPR Zulkifli Hasan, kabar meninggalnya dua mahasiswa di Kendari, Himawan Randi dan Muhammad Yusuf Qardawi.
“Kita berduka cita dan tentu berharap tidak ada lagi yang lain. Dan, kita berharap agar adik-adik mahasiswa dan pelajar menyampaikan aspirasinya tanpa anarkis. Kita yakin pasti pemerintah, Presiden Jokowi, DPR, akan merespons secara positif aspirasi yang disampaikan,” papar ketua MPR di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta. Jumat (27/9).
Ketua MPR juga mendoakan secara khusus untuk putra-putri terbaik bangsa yang telah meninggal dunia, yakni Ani Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Republik Indonesia sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014 yang meninggal pada 1 Juni 2019 dan Presiden Republik Indonesia Ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang meninggal pada 11 September 2019.
“Berpulangnya kedua beliau merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, marilah kita sejenak berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing, agar kedua putra-putri terbaik bangsa diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, serta mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah Subhanahu Wata‘ala, Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Zulkifli.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah menjelaskan agenda Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan 2014 – 2019 adalah penetapan Peraturan MPR tentang Tata Tertib MPR, penetapan Keputusan MPR tentang Rekomendasi MPR Masa Jabatan 2014 – 2019, dan penyampaian laporan pelaksanaan wewenang dan tugas serta kinerja Pimpinan MPR Masa Jabatan 2014 – 2019.
Lebih lanjut Siti Fauziah merinci rangkaian susunan acara Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan 2014 – 2019. Diawali dengan persiapan pelaksanaan Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan 2014 – 2019 pada pukul 08.00 WIB. Petugas Sekretariat Jenderal MPR menempati posnya masing-masing.
Pada pukul 08.30 WIB anggota MPR dan undangan lainnya memasuki ruang sidang Paripurna dan menempati tempat duduk yang telah ditentukan. Sekitar pukul 08.58 WIB, Pimpinan MPR didampingi Sekretaris Jenderal MPR menuju ruang sidang paripurna.
“Pada pukul 09.00 WIB Sidang Paripurna dimulai,” kata Siti Fauziah. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Ketua MPR. “Setelah pembukaan Sidang Paripurna dilanjutkan dengan pidato Ketua MPR,” imbuh Siti Fauziah yang akrab disapa Ibu Titi ini.
Sebelum sidang paripurna MPR ditutup, dilakukan pembacaan doa. Sidang Paripurna MPR akhir masa jabatan 2014 – 2019 diakhiri dengan menyanyikan kembali lagu kebangsaan Indonesia Raya. []




















