Gaza, Gontornews — Masyarakat non-Muslim di Palestina menunjukkan solidaritas atas larangan adzan di Palestina oleh Israel. Solidaritas itu ditunjukkan oleh pengurus gereja di Naserah, Palestina, dengan mengumandangkan adzan di gereja.
Seperti diberitakan suarapalestina.com, adzan di Gereja Naserah dikumandangkan melalui pengeras suara. “Ini sebagai bentuk penolakan larangan adzan di Palestina,” jelas Abdillah Onim, WNI asal Indonesia di Jalur Gaza.
Onim mengatakan, tak lama setelah Israel melarang adzan dikumandangkan di Palestina, Israel diguncang musibah besar berupa kebakaran hebat yang terjadi hampir sepekan. Akibat peristiwa tersebut, puluhan ribu warga Yahudi terpaksa diungsikan.
Seorang bocah Palestina dikabarkan tewas akibat tempat tinggalnya di Kota Beitin, Ramallah, terbakar. Tewasnya bocah dua tahun itu diketahui setelah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api di bukit berhutan sekitar wilayah Yerusalem.
“Pemadaman api dibantu oleh Palestina, Yunani, Siprus, Italia, Rusia, Turki dan Kroasia,” tambahnya.
Jurubicara Pertahanan Sipil Palestina, Nael Al Azzeh, mengatakan sekitar delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu memadamkan api di negara Yahudi tersebut. Empat truk di antaranya diarahkan ke Haifa dan empat ke daerah Yerusalem.
“Ini adalah upaya kami dan ini merupakan pesan kemanusiaan,” katanya dikutip Arab News. [Devi Lusianawati/Rus]

















