Sleman, Gontornews — Akademi Relawan Indonesia (ARI)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan kelas khusus Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bertempat di ARI, Sleman, DI Yogyakarta. Acara ini terselenggara dalam rangka memperingati Hari Relawan Internasional, Kamis (5/12) lalu.
Materi kelas relawan ini diisi oleh Ketua Dewan Pembina MRI, Ahyudin yang memberikan pemahaman mengenai dunia kerelawanan dan juga pemahaman program-program kemanusiaan yang ACT jalankan, salah satunya ialah Lumbung Pangan Wakaf (LPW).
“Tiga isu dunia yang sedang dikhawatirkan sekarang ini ialah pangan, air, dan energi,” ungkap Ahyudin di hadapan puluhan relawan yang datang.
LPW dari Global Wakaf-ACT merupakan salah satu program unggulan. Program pangan dan pemberdayaan peternak/petani berbasis wakaf ini diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat, khususnya petani. Salah satu LPW yang Global Wakaf kelola ada di Blora, Jawa Tengah.
Selain persoalan pangan, relawan juga diberikan pembekalan terkait isu kekeringan, terlebih pada 2019, Provinsi DI Yogyakarta menjadi salah satu tempat yang mengalami dampak parah kekeringan. Selama penanganan bencana kekeringan, ACT mengerahkan Humanity Water Truck serta pembangunan Sumur Wakaf di berbagai titik di Yogyakarta.
ARI-ACT sendiri merupakan pusat pelatihan dan pendidikan karakter kerelawan yang berbasis di Yogyakarta. Pengembangan kemampuan relawan pun dilakukan di tempat ini. Lokasi ARI sebelumnya merupakan hunian sementara korban bencana erupsi Gunung Merapi.
Ketua Akademi Relawan Indonesia Andri Perdana menuturkan, kelas relawan ini digelar agar relawan bisa mendapatkan banyak inspirasi terkait keterlibatannya dalam program-program kemanusiaan. Pengembangan diri dan ide juga diberikan selama pelatihan.
“Tujuan utamanya ialah relawan dapat berperan aktif dalam mengatasi berbagai probelamatika di Indonesia, bahkan dunia,” jelas Andri. [ACT]




















