Meksiko City, Gontornews — Presiden Andres Manuel Lopez Obrador memastikan bahwa Meksiko memastikan bahwa hubungan antara pemerintah dan kartel obat-obatan terlarang terputus selamanya. Jika tidak segera diberantas, ia khawatir raja narkoba Meksiko, Joacquin “El Chapo” Guzman memiliki kekuatan setara Presiden.
“Ada suatu masa ketika Guzman Loera sekuat atau memiliki pengaruh yang dimiliki presiden pada waktu itu,” ungkap Presiden Lopez Obrador dalam pidato tahun baruu di Palenque Ruins di Meksiko Selatan.
“Itu membuatnya sulit untuk menghukum orang-orang yang telah melakukan kejahatan serupa. (Tapi) itu sekarang tinggal sejarah,” tambah Obrador sebagaimana dilansir Reuters.
Sejak ditampuk sebagai Presiden Meskiko pada 2018, Obrador memang memiliki janji untuk membasmi korupsi di Meksiko.
Obrador mencontohkan mantan pejabat Meksiko yang bertanggungjawab atas keamanan publik, Genaro Garcia Luna, terlibat kasus suap jutaan Dollar AS dari kartel narkoba Sinaola yang pernah dijalankan oleh sang raja narkoba “El Chapo” Guzman.
Dalam penanganan kasus ini, Meksiko mendapatkan bantuan dari pemerintah Amerika Serikat dalam melakukan penyelidikan kasus Garcia Luna yang pindah ke AS pada 2012. Namun, Obrador mengatakan bahwa Meksiko tidak akan menyelidiki mantan Presiden Felipe Calderon yang saat itu menjabat sebagai Presiden.
Pada akhirnya sang raja narkoba, El Chapo Guzman, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat serta dipindahkan ke penjara tingkat tinggi di Colorado setelah dinyatakan bersalah menyelundupkan berton-ton narkoba dari Meksiko ke Amerika Serikat tahun lalu.
Obrador berkisah bahwa El Chapo Guzman hampir menjadi penjahat legendaris setelah berhasil melarikan diri dari keamanan tinggi di Meksiko sebanyak dua kali dan berhasil menghindar dari pencarian sambil mengembangkan citra Robin Hood di antara orang-orang miskin di Sinaloa.
Dari situ, Obrador ingin pemerintahannya mampu membendung merajalelanya kekerasan dengan tetap berpacu pada merealisasikan upaya anti-korupsi sebagai titik keberhasilan.
“Kami ingin memurnikan kehidupan publik sehingga ada otoritas moral,” pungkas Lopez Obrador. [Mohamad Deny Irawan]


















