Jakarta, Gontornews — Wabah coronavirus telah menyebar ke sedikitnya 13 negara, termasuk AS, Afrika Selatan, Australia, Perancis dan sejumlah negara Asia Tenggara. Dilaporkan sudah 2.685 terduga, 2.000 terinfeksi, 56 korban tewas. Ada 20 kota dikarantina, mencakup 56 juta warga China.
Apakah coronavirus telah masuk Indonesia? Informasinya simpang siur. Sekalipun ada beberapa RS yang telah melakukan isolasi atas pasien terduga? Otoritas kesehatan Indonesia masih membantah adanya pasien coronavirus di Indonesia.
Menanggapi sikap tertutup pemerintah Indonesia, gurubesar hukum internasional UI Hikmahanto meminta Pemerintah harus transparan mengenai data sebaran virus corona di Indonesia. “Jangan sampai ada upaya menutup-nutupi kasus ini hanya karena menjunjung tinggi investasi,” kata Hikmahanto dikutip RMOL.
Indonesia Harus Cek Kesehatan TKA China, kata Prof Hikmahanto Juwana, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/1). “Janganlah hal-hal seperti ini dikompromikan dengan masalah investasi dll. Harusnya pemerintah transparan,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah harus terbuka dan segera menerbitkan travel warning ke negara tirai bambu tersebut. Di satu sisi, pemerintah harus turun tangan menjaga keberadaan WNI di Wuhan dan wilayah lain di China yang terdampak corona. “Kalau menurut saya jangan ditutup-tutupin. Karena justru itu menjerumuskan negeri kita dalam penanganan,” tandasnya.
Berdasarkan data dari Center for Systems Science and Engineering (CSSE), terlihat penyebaran virus mematikan ini sudah mencapai Amerika, Eropa, hingga Australia, dan Asia Tenggara. Dalam grafik gambar yang disajikan oleh CSSE, terdapat lingkaran merah dan kuning. Lingkaran merah menunjukkan lokasi yang positif terjangkit virus corona, sementara kuning masih belum dikonfirmasi. Sejak Sabtu (25/1) pukul 12.00 waktu setempat atau Minggu (26/1) pukul 00.00 dinihari WIB, total korban yang positif terjangkit virus corona se-dunia disebutkan mencapai 1.975 orang. Di antaranya 56 orang meninggal. Pemerintah RI hingga kini belum melakuka travel warning. Apalagi melakukan aksi evakuasi WNI di China seperti telah dilakukan banyak negara lain.[dj]


















